Tunagrahita Ringan Menurut Para Ahli

Penderita Tunagrahita Ringan Menurut Para Ahli

Pengertian tunagrahita ringan

Dari sudut bahasa atau istilah tunagrahita berasal dari kata “Tuna” dan “Grahita” tuna artinya cacat dan grahita artinya berfikir (Mupunarti, 2007:7). Tunagrahita juga mempunyai arti kelainan yang menliputi fungsi intelektual umum dibawah rata-rata yaitu IQ 84 kebawah berdasarkan tes dan muncul sebelum usia 16 tahun. Dalam masyarakat tunagrahita sering disebut dengan istilah lemah pikiran, berkebelakangan mental, bodoh, cacat ental, ketergantungan penuh. Tunagrahita juga meliputi berbagai tingkat, dari yang ringan sampai yang berat. Karena itu mereka berbeda satu dengan yang lain, sehingga berbeda pula dengan pendidikan formal lain. Bagi guru sangatlah penting untuk mengetahui perbedaan antara anak tunagrahita ringan, sedang, berat, dan sangat berat. Khusus anak tunagrahita ringan merupakan salah satu jenis dari anak tunagrahita, yang sering disebut dengan anak mampu latih. Anak tunagrahita ringan banyak yang lancar berbicara tetapi kurang berbedaharaan kata-katanya, mereka mengalami kesukaran berfikir, tetapi mereka dapat mengikuti pelajaran akademik baik disekolah biasa maupun sekolah khusus.

Klasifikasi anak tunagrahita berdasarkan kemampuan pendidikan

 

Anak tunagrahita ringan akan tampak jelas ketunagrahitaanya setelah anak masuk taman kanak-kanak atau setelah masuk sekolah, karena ditempat itulah anak dituntut dalam pendidikan (Efendi, 2006: 89)

Adapun klasifikasi tunagrahita menurut psikologi dibagi menjadi tiga kategori, yaitu:

  • Idiot ( Anak tunagrahita mampu rawat) Anak grahita mampu rawat adalah tunagrahita yang memiliki kecerdasan yang sangat rendah, sehingga mereka mampu mengurus diri dan sosialisasi. Mereka memiliki IQ 0-25 (Efendi, 2006:90)
  • Imbecile ( Anak tunagrahita mampu latih), Anak tunagrahita mampu latih adalah anak tunagrahita yang memiliki kecerdasan sedemikian rendahnya sehingga tidak mungkin mengikuti program yang diperuntukan bagi anak tunagrahita mampu didik, serta mereka mempunyai IQ 25-50 (Efendi, 2006:9)
  • Debil ( Anak tunagrahita mampu didik), Anak tunagrahita mampu didik adalah anak tunagrahita yang tidak mampu mengikuti pada program sekolah biasa , tetapi mereka masih mempunyai kemampuan melalui pendidikan walaupun hasilnya tidak maksimal, pada klasifikasi ini meraka mempunyai IQ 50-75(Efendi, 2006:90).

Sebab- sebab tunagrahita ringan

Sebab garis besar ada 2 faktor yang menyebabkan tunagrahita, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal adalah faktor yang berasal dari dalam individu yang kaitan eratnya denga keturunan., sedangkan ekseternal adalah faktor yang berasal dari luar individu yang bersangkutan, misalnya karena kecelakaan atau penyakit.

1) Faktor internal

Disebut faktor internal karena kaitanya erat dengan keturunan, Endang Ekowati menyebutkan:

Tunagrahita antara lain disebabkan karena faktor genetic, bahwa pada saat konsepsi pertemuan antara sel telur dan sperma yang masing- masing membawa sifat- sifat biologis yang akan diwariskan kepada embrio yang akan dibentuk termasuk kelainan yang terkandung. Kelainan yang dapat membuat cacat mental karena phenylketonuria. Ialah kelainan metabolism karena kurang b berfungsinya phenylalaninehydroxylase sehingga fungsi saraf terganggu Ekowarni. 1984: 12-13). Ketunagrahitaan juga dapat terjadi karena perkawinan keluarga yang sangat dekat, karena kwalitas kromosom yang berkelainan sering menimbulkan keterbelakangan bagi anak

2) Faktor eksternal

Faktor eksternal adaah faktor yang berasal dari luar individu/ diri anak yang dapat mengakibatkan tunagrahita. Faktor eksternal ini banyak terkait dengan masa sebelum, selama dan sesudah kelahiran anak dan adanya pengaruh sosial budaya dimana anak tinggal.Tunagrahita terjadi sebelum masa kelahiran anak karena misalnya si ibu terkena infeksi, salah obat, keracunan dan lain sebagainya.Anak lahir terlalu lama, penggunaan alat, premature, pendarahan otak, sangat rawan dengan adanya kelainan.

Klasifikasi anak tunagrahita ringan

Banyak klasifikasi tunagrahita, ada yang ditinjau dari segi medis, psikologis,ataupun dari kemampuan pendidik.

Menurut Rumini (1987), bentuk-bentuk debilitas ini antara lain disebabkan:

1) Idiots savants, mereka adalah anak debil yang mempunyai ingatan yang kuat, tetapi terbatas dalam beberapa hal. Misalnya mudah mengingat lagu-lagu baru, tanggal kalender

2) Pseudo dobil, mereka bertingkah laku seperti anak debil, tetapi hasil pemeriksaan menunjukan kalau mereka bukan debil. IQ ternyata lebih dari 75. Karena tekanan sekitar, kurang mendapat bimbingan yang tepat, kurang gizi, kurang mendapat perhatian dari orang tuanya, atau sebaliknya anak dimanja sehingga tidak diberi kesempatan untuk mengembangkan dirinya.

3) Debilitas yang harmonis, dengan pendidikan yang baik meraka mempunyai perasaan yang baik, kemauan normal, perkembangan wataknya menjadi lebih baik. Tetapi prestasi menunjukan hambatan dalam prestasi belajarnya, dan setelah kecerdasan ditest IQ tidak lebih dari anak debil.

4) Debilitas yang disharmonis, mereka adalah anak debil yang terganggu kepribadianya. Contoh: sikap rendah diri, sikap bingung atau frustasi akibat bentrokan psikis dengan lingkungan, dan sifat dominan yang keras kepala dan agresif.

Karakteristik anak tunagrahita ringan

Anak tunagrahita ringan mempunyai IQ 50/55-70/75 sehingga dapat diklasifikasikan berdasarkan kemampuan pendidikan termasuk anak mampu didik, Penampilan anak tunagrahita tidak banyak dari anak-anak normal lainya.Umumnaya anak tuangrahita ringan baru ditemukan pada saat mereka memasuki sekolah dan prestasinya lebih rendah dari teman yang dikelas pada umumnya.Secara terperinci karakteristik anak tunagrahita ringan.

Secara terperinci menurut Rochyadi (2005:13) karakteristik anak tunagrahita ringan diataranya sebagai berikut:

1) Karakteristik fisik seperti anak normal hanya sedikit mengalami keterbelakangan dalam kemampuan sensomotorik.

2) Karakteristik psikis yaitu sukar berfikir abstraksi dan logis, kurang mempunyai kemampuan analisa, kurang kemampuan mengendalikan perasaan, mudah dipengruhi, kepribadian kurang harmonis, karena tidak mampu menilai baik dan buruk.

3) Karakterisktik sosial mereka kurang mampu bergaul, menyesuaikan di lingkungan yang tidak terbatas dalam keluarga saja, namun ada yang mendiri dalam masyarakat, mampu melakukan pekerjaan yang sederhana dan melakukanya secara penuh sebagai orang dewasa.

Baca : Pengertian Diabetes Mellitus Menurut Para Ahli

 

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *