Klasifikasi Ilmiah dan Kandungan Kimia Tanaman Sirih Merah

Klasifikasi Ilmiah dan Kandungan Kimia Tanaman Sirih Merah

Pengertian Tanaman Sirih Merah

Tanaman sirih merah atau sering disebut dengan Piper crocatum merupakan tanaman yang termasuk dalam famili Piperaceae (Suseno, 2013). Tanaman yang masuk dalam famili piperaceae memiliki ciri yaitu : tumbuh merambat pada pagar atau pohon; berbatang bulat dengan warna hijau keunguan; tidak berbunga; daunya bertangkai dan membentuk jantung hati dengan ujung yang meruncing; permukaan daun tidak merata, berwarna merah keperakan dan mengkilap saat terkena cahaya matahari serta tumbuh berselang – seling dari batangnya (Werdhany dkk, 2008).

Tanaman sirih merah menyukai tempat teduh, berhawa seju dengan sinar matahari 60 – 75%, dapat tummbuh subur dan bagus di daerah pegunungan. Bila tumbuh pada daerah panas, sinar matahari langsung, batangnya cepat mengering. Selain itu warna merah daunnya akan pudar (Juliantina dkk, 2009).

Klasifikasi ilmiah Sirih Merah

Divisi : Spermatophyta

Subdivisi : Angiospermae

Kelas : Monochlamydeae

Ordo : Piperales

Famili : Piperaceae

Genus : Piper

Spesies : piper crocatum

Kandungan kimia Tanaman Sirih Merah

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Subarnas dkk (2007) secara kromatografi sirih merah mengandung flavonoid, saponin, alkaloid senyawa polifenoat, tannin kunion, steroid, dan minyak atsiri.

Manfaat Tanaman Sirih Merah

Sirih merah secara empiris memiliki khasiat menyembuhkan asam urat, diabetes mellitus, hipertensi, penyakit jantung, peradangan organ seperti paru, hati, ginjal, tenggorokan, hepatitis serta maag (Sudewo, 2005).

1) Efek daun sirih merah pada asam urat darah

Tanaman Sirih merah mengandung senyawa flavonoid. Falavonoid adalah zat fenolik dengan berat molekul yang rendah dan banyak terkandung di jaringan tanaman. Flavoid memiliki fungsi biologis pada tubuh manusia, sebagai antioksidan, anti-alergi, antikateri, anti-viral, anti jamur, dan anti-carcinogenik. Antioksidan merupakan efek yang paling utama dari flavonoid dengan menghambat pembentukan oksigen reaktif, berinteraksi langsung dengan DNA, enzim, dan reseptor membran (Haryati, 1989).

2) Kinerja ekstarak sirih merah untuk menghambat asam urat.

Kinerja Tanaman sirih merah hamper sama dengan kinerja obat allopurinol. penghambat ezime xantin oksidase. Xatin oksidase merupakan enzim yang berperan dalam perubahan hipoxantin menjadi xantin dan xantin menjadi asam urat. (Gasniswarna, 1995; Tjay et al, 2002). Kandungan yang dapat menghambat ezime xatin oksidase tersebut adalah flavonoid dan tannin ((Coa et al., 1998).

Baca : Pemutih Gigi (Bleaching)

 

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *