Spektofotometer

Spektofotometer

Spektofotometer merupakan suatu instrumen untuk mengukur transmitans atau absorbansi suatu sampel sebagai fungsi panjang gelombang. Spektofotometer terdiri dari spektometer dan fotometer. Spektometer menghasilkan sinar dengan panjang gelombang tertentu dan fotometer mengukur intensitas sinar. Spektofotometer terdiri dari 2 sumber cahaya yaitu ultra violet dan visible atau sinar tampak yang mempunyai panjang gelombang 200-800 nm. Cahaya dengan frekuensi atau panjang gelombang tertentu dikaitkan dengan foton–foton yang masing–masing memiliki kuantitas energi yang terpastikan. Kuantitas energi yang dimiliki foton inilah yang menetapkan apakah suatu proses molekul tertentu akan menyerap atau meneruskan cahya dengan panjang gelombang padanannya (Day, 1999). Nilai absorbsi berbanding lurus dengan konsentrasi zat yang dianalisa dan dapat dikonversi menjadi bentuk energi cahaya yang diserap sampel sesuai dengan teori gelombang cahaya. Sinar ultra violet atau visible diabsorbsi oleh molekul ketika frekuensi cahayanya dapat menyebabkan suatu electron dari molekul tersebut tereksitasi ke molekul lainnya atau ke energi yang lebih tinggi (Lindon, 2000).

Baca : Ekstrak dan Ektraksi

Suatu metode penentuan warna Hunter (1995) yang sering digunakan adalah sistem CIE (Comission International de Peclairage) yang menjelaskan tentang presepsi warna dalam tiga dimensi warna langsung. Semua warna ditegaskan pada tiga sumbu koordinat : L*, a* dan b* yaitu :

  1. L* menunjukkan lightness atau menunjukkan cahaya pantul yang berskala dari 0 (gelap) ke 100 (putih), dimana 0 menunjukkan warna kearah gelap, 100 menunjukkan warna kearah terang. Cahaya pantul yang di hasilkan adalah warna akromatik putih, abu-abu, dan hitam.
  2. a* dan b* menunjukkan koordinat warna.
    +a* menunjukkan skala nilai kearah warna merah dari 0 sampai +8, -a* menunjukkan kearah warna hijau dari 0 sampai -80.
    +b* menunjukkan skala nilai kearah warna kuning dari 0 sampai 70, -b* menunjukkan kearah warna biru dari 0 sampai -70 (Nugraheni, 2014).
 

Tag: , , , ,


Leave a Reply

52 − = 48