Sistem Kekebalan Tubuh

Sistem Kekebalan Tubuh

Pengertian Sistem Kekebalan Tubuh

Sistem imun adalah semua mekanisme yang digunakan tubuh untuk mempertahankan keutuhan tubuh sebagai perlindungan terhadap bahaya yang dapat ditimbulkan oleh berbagai bahan di lingkungan sekitar. Sistem imun terbagi menjadi dua, yakni sistem imun spesifik dan sistem imun nonspesifik. Sistem imun spesifik terdiri dari sistem humoral (limfosit B), seluler (limfosit T), sistem limfoid primer , serta sistem limfoid sekunder (limfa, kelenjar limfe, dan sistem imun mukosa) (Prasetyono, 2012).
Sementara itu sistem imun nonspesifik terdiri dari berbagai sistem yang bersifat fisik/mekanik (kulit, selaput lendir, silia, batuk, dan bersin), sistem yang larut (asam lambung, lisosim, laktoferin, asam neuraminik, komplemen, interferon, dan CRP), serta selular (monosit, makrofag, neutofil, eosinofil, sel NK, sel K, basofil, mastosit, dan trombosit). Di dalam ASI, sebagian besar komponen sistem imun tersebut sudah lengkap tersedia, sehingga sangat baik untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi (Prasetyono, 2012).

Sistim kekebalan tubuh pada ASI

Air susu ibu sering disebut sebagai darah putih karena mengandung sel-sel yang penting dalam pemusnahan (fagosit). Kuman dan merupakan perlindungan pertama pada saluran cerna bayi. Para ahli menemukan makrofag dan limfosit di dalam ASI. Sama seperti sistim imun pada umumnya, ASI juga memiliki sistim pertahanan (sistem imun) tidak spesifik dan spesifik.

Pertahanan tidak spesifik ASI

Di dalam ASI terdapat banyak sel, terutama pada minggu-minggu pertama menyusui. Kolostrum dan ASI dini mengandung 1-3 juta sel darah putih (leukosit) per ml. Pada ASI matur, yaitu ASI setelah 2-3 bulan menyusui. Jumlah sel ini menurun menjadi 1000 sel per ml yang terdiri dari monosit/makrofag (59-63%), sel neutrofil (18-23%), dan sel limfosit (7-13%). ASI juga mengandung faktor pelindung (protektif) yang larut dalam ASI seperti enzim lisozim. Laktoferin (sebagai pengikat zat besi), sitokin (zat yang dihasilkan oleh sel kekebalan untuk mempengaruhi fungsi sel lain). Dan protein yang dapat mengikat vitamin B12, faktor bifidus, enzim-enzim, dan antioksidan.

Baca : Nilai Gizi ASI (Air Susu Ibu)

Literasi

Presetyono, D. (2012). Buku Pintar ASI Eksklusif. Yogyakarta: Diva Pres.

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *