Sejarah Letusan Gunung Tambora Stratovolcano di Sumbawa

Ilustrasi Letusan Ilusstrasi Letusan Gunung Tambora Stratovolcano Sumber Gambar meteoweb[.]eu

Gunung Tambora Stratovolcano merupakan salah satu Gunung Api yang paling menarik perhatian para ilmuan karena gunung ini pernah meletus sangat dahsyat pada tahun 1815. Waktu itu, diperkirakan Gunung Tambora berketinggian 4300 m. setelah letusan tersebut, tinggi tambora ini hanya 2.851m.

Gunung Tambora merupakan gunung stratovolcano aktif yang terletak di pulau Sumbawa. Tambora menjadi batas kedua kabupaten, yakni kabupaten dompu dan kabupaten bima, propinsi Nusa Tenggara Barat. Di gunung tambora terdapat 20 kawah. Beberapa kawah memiliki nama, misalnya tahe (877m), Molo (620 m), Kadiendiane, Kubah (1.648 m) dan Doro Api Toi, Kawah tersebut juga memproduksi aliran larva berasal.

Gunung Tambora telah meletus tiga kali sebelum letusan 1815. pada 1812 gunung tambora menjadi lebuh aktif dengan puncak letusan terjadi pada bulan April 1815. Kegelapan terlihat sejauh 600km dari puncak gunung selama lebih dai dua hari. Aliran piroklastik menyebar setidaknya 20km dari puncak.

Material vulkanis yang dikeluarkan saat Gunung Tambora Stratovolcano meletus mencapai lebih dari 100km kubik atau 100 milliar meter kubik, sedangkan Gunung Merapi ‘hanya’ memuntahkan 150 juta meter kubik. “Volcanic Eruption Index Tambora skala 7. Itu yang terbesar dan baru pertama terjadi pada sejarah modern. Sementara Merapi mencapai skala 4,”

Dampaknya sangat luas. Aerosol sulfat yang dikeluarkan oleh letusan Tambora tertahan di atmosfer sehingga menghalangi sinar matahari ke bumi. Setahun kemudian, gelap masih menyelimuti Benua Eropa pada musim panas. Peristiwa itu kemudian dikenal sebagai ‘Tahun tanpa musim panas’.

“Bencana terbesar yang dialami penduduk sangat mengerikan untuk dikisahkan. Mayat-mayat masih bergelimpangan di tepi jalan dan di beberapa perkampungan tersapu bersih, rumah rumah hancur, penduduk yang masih hidup menderita kelaparan,” Sejumlah catatan menyebutkan material vulkanis dari Gunung Tambora juga menyebabkan gagal panen di Pulau Tambora dan Pulau Bali. Akibatnya, sebanyak 100 ribu jiwa meninggal di wilayah sekitar Pulau Sumbawa dan 200.000 jiwa secara global.

Letak Gunung Tambora Berikut Ilustrasi Explosion
Letak Gunung Tambora Berikut Ilustrasi Explosion Sumber Gambar mongabay[.]co[.]id
Tsunami besar menyerang pantau berasal dari pulau di Indonesia pada tanggal 10 April dengan ketinggian diatas 4m di Sanggat pada pukul 10.00 malam. Tsunami setinggi 1-2m dilaporkan terjadi di Besuki, jawa timur, sebelum tengah malam dan tsunami setinggi 2 m terjadi di Maluku.
Tinggi asap letusan mencapai stratosfer dengan ketinggian lebih dari 43km. Partikel abu jatuh 1 sampai 2 minggu setelah letusan. Jumlah kematian lebih dari 71.000 jiwa. Letusan Tambora tahun 1815 adalah letusan terbesar dalam sejarah.

Catatan tentang letusan Gunung Tambora Stratovolcano juga tercantum pada naskah kuno Kerajaan Bima, Bo Sangaji Kai.

“Maka gelap berbalik lagi lebih dari pada malam itu, maka berbunyilah seperti bunyi meriam orang perang, kemudian maka turunlah krisik batu dan habu seperti dituang lamanya tiga hari dua malam,” sebut naskah kuno itu sebagaimana dibacakan ahli filologi Siti Maryam Salahuddin, 88 tahun, yang merupakan putri Sultan Bima terakhir, Muhamad Salahuddin.

Penduduk muai tinggal di gunung Tambora pada 1907. Penanaman kopi dimulai pada tahun 1930-an di lereng bagian barat laut gunung Tambora, Tahun 2004 dilakukan penggalian oleh para arkeolog. Selama penggalian tim arkeolog menemukan sisa kebudayaan terkubur oleh letusan 1815 di kedalaman 3 meter pada endapan piroklastik. Artefak-artefak tersebut di temukan pada posisi yang sama ketika terjadi letusan di tahun 1815.

Tim tersebut menggunakan radar penembus tanah untuk mencari lokasi rumah kecil terkubur. Mereka menggali kembali rumah dan mereka menemukan sisa dua orang dewasa dan juga mangkuk perunggu, peralatan besi dan artefak lainnya. Desain dan dekorasi artefak memiliki kesamaan dengan artefak dari Vietnam dan kamboja.

Penemuan arkeologi memperjelas bahwa terdapat kebuayaan yang hancur karena letusan tahun 1815. hal itu bisa disebut Kerajaan Tambora yang Hilang. Letusan terakhir gunung Tambora terjadi pada 1967 disertai dengan gempa, namun tanpa disertai dengan ledakan.

Perbandingan letusan gunung tambora dan letusan gunung  lain

Gunung Tahun Korban Meninggal
Taupo 181
Baekdu 969
Kuwae 1452
Huaynaputina 1600 1.400
Tambora 1815 71.000
Krakatau 1883 36.600
Santamaria 1883 36.600
Katmai 1912 2
Saint Helens 1980 57
El Chichon 1982 2.000
Nevado del Ruiz 1985 23.000
Pinatubo 1991 1202

Infographics Gunung Tambora

Info Grafik Majalah Tempo Tambora Menggelapkan Dunia
Infografik Majalah Tempo Tambora Menggelapkan Dunia
Letusan Gunung Tambora Infografik Koran Kompas
Letusan Gunung Tambora Infografik Koran Kompas

2 Komentar

  1. Richard Balas

    Ulasan yang lengkp dan menarik untuk dipelajari tentang Tambora.
    Apa boleh saya minta “infographic” tentang Gunung Tambora ? Kalo bisa yang ukuran besar, untuk bahan pembelajaran lebih lanjut. Kalo bisa dapat dikirim ke emai saya.

    Thanks sebelumnya.

    Richard.

    • ulyadays PenulisBalas

      untuk infografik

      Peringatan 2 Abad Meletusnya Gunung Tambora diambil dari koran kompas idinfografik disini
      Tambora Menggelapkan Dunia | Travel | Tempo Grafis disini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

6 + 1 =