Jalan kaki tidak hanya merupakan olahraga yang murah dan ringan, tapi juga memberikan banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Dengan olahraga berjalan kaki Anda bisa mengurangi stres, menurunkan berat badan, mencegah diabetes dan masih banyak lagi fungsi lainnya. Jika Anda mengalami masalah dengan lutut atau kaki Anda, jangan jadikan hal ini sebagai alasan untuk tidak melakukan olahraga, karena Anda bisa menyiasatinya.

Tak hanya itu saja, berjalan kaki juga memiliki manfaat untuk mengobati suatu penyakit. Hal ini seperti yang diceritakan Jay Williams, salah seorang warga London, Inggris. Jay adalah salah seorang yang sudah merasakan manfaat dari olahraga murah meriah itu. Berkat aktivitas jalan kaki yang dilakukannya, secara berangsur, penyakit tekanan darah tinggi yang dialami oleh Jay itu mulai menghilang. Berkat kebiasannya itu, kini dia tidak lagi disibukkan oleh rutinitas minum obat.

Aktivitas olahraga berjalan kaki dalam waktu tertentu, jarak tertentu, dan dengan kecepatan tertentu itu akan banyak sekali manfaatnya dalam meningkatkan kebugaran kita. Aktivitas berjalan kaki menggerakan otot-otot besar di dalam tubuh kita. Salah satunya otot Kuadrisep (otot paha depan), yang termasuk otot besar dalam tubuh kita dan metabolismenya yang cukup tinggi, sehingga menghasilkan oksigen dalam jumlah besar.

Kendati mudah dan bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja, bukan berarti tidak ada aturan dalam berjalan kaki. Sebelum melakukan olahraga berjalan kaki sebaiknya kita melakukan peregangan otot sebagai pemanasan untuk mencegah terjadinya cedera. Olah raga yang benar harus dilakukan secara rutin dengan frekuensi 3-5 kali dalam seminggu. Jika terlalu berlebihan akan menimbulkan kelelahan pada otot. Waktu yang diperlukan dalam berolahraga 30-45 menit.

Berjalan kaki yang teratur juga bisa memperkuat jantung dan mencegah stroke. Rajin berjalan kaki terbukti mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke, karena dapat menurunkan kadar LDL (kolesterol jahat) sekaligus meningkatkan kadar HDL (kolesterol baik) sehingga akan menjaga tekanan darah. Berjalan cepat selama 30 menit bisa membantu mencegah dan mengontrol tekanan darah tinggi yang menyebabkan stroke.

Selain itu, berjalan kaki juga bisa mengurangi resiko penyakit kencing manis (Diabetes Melitus). Kebiasaan berjalan kaki akan membantu mengontrol kadar gula darah sehingga mengurangi risiko penyakit diabetes tipe 2. Sebuah penelitian menyebutkan, olahraga teratur seperti berjalan kaki bisa mengurangi risiko diabetes hingga 60 persen. Orang orang yang aktif juga memiliki risiko 20 persen lebih rendah terkena kanker usus besar, kanker payudara dan rahim, jika dibandingkan mereka yang kurang aktif.

Terkait perempuan, terkadang penampilan itu menjadi hal yang penting. Salah satunya soal peningkatan berat badan. Jarang ada yang mengetahui kalau berjalan kaki bisa mengurangi kegemukan. Berjalan kaki sedang (2mph) selama 30 menit bisa membakar 75 kalori. Meningkatkan lebih cepat lagi(4mph) akan membakar sekitar 99 kalori. Mempercepatnya lagi (4mph) akan membakar kalori sebanyak 150 kalori. Untuk menurunkan berat badan, kita harus membakar sekitar 600 kalori per hari dan lebih dari yang kita makan.

Berjalan kaki juga bisa membantu mencegah demensia atau kepikunan. Demensia telah mempengaruhi satu dari 14 orang di atas umur 65 dan satu dari enam orang yang berusia lebih dari 80 tahun. Aktif secara fisik memiliki efek melindungi fungsi otak, dan olahraga secara teratur mengurangi risiko demensia hingga 40 persen. Menurut penelitian di Inggris, orang tua yang berjalan sepanjang enam mil (kurang lebih 9,6 km) atau lebih per minggu bisa menghindari penyusutan otak dan mengembalikan memori yang telah berlalu bertahun-tahun.

Selain demensia, penyakit lain yang mengintai orang-orang di usia tua adalah osteoporosis atau kerapuhan tulang. Hal ini bisa dicegah jika kita rajin berjalan kaki. Berjalan itu kegiatan menahan beban, yang merangsang dan memperkuat tulang dengan meningkatkan kepadatannya sehingga mencegah osteoporosis. Hal ini sangat penting, terutama bagi wanita yang resikonya lebih tinggi untuk terkena osteoporosis. Tak hanya itu juga, berjalan kaki juga bisa menghilangkan rasa nyeri dan kaku di persendian.

Namun, hal terpenting yang bisa kita dapatkan dari berjalan kaki adalah perasaan bahagia. Aliran darah yang baik akan membuat pikiran seseorang menjadi lebih tenang, sehingga terhindar dari stres. Berjalan cepat secara teratur sama efektifnya dengan obat antidepresan untuk kasus depresi ringan sampai sedang. Pasalnya, saat berjalan kaki tubuh melepaskan hormon endorfin (hormon bahagia) ke dalam aliran darah, sehingga mengurangi stres dan kecemasan.

Dengan olahraga berjalan kaki kita juga akan bertemu teman yang lain, dengan berjalan dan mengobrol suasana hati menjadi lebih bahagia.

Sudah saatnya kita rutinkan olahraga berjalan kaki. Murah, mudah dan banyak manfaatnya.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *