Proses Pemutihan Gigi dengan Ekstrak Buah Pir

Proses Pemutihan Gigi dengan Ekstrak Buah Pir

 Bleaching adalah suatu teknik dalam kedokteran gigi yang bertujuan memutihkan gigi dengan alat bantu obat-obatan luar (hidrogen peroksida atau karbamid peroksida). Cara kerja bleaching adalah menyerap kotoran dan warna di pori-pori email gigi. Bleaching dapat dilakukan pada gigi vital maupun nonvital. Penggunaan bahan bleaching yang aman untuk pemakaian dirumah biasanya menggunakan karbamid peroksida 10% dan hidrogen peroksida dengan konsentrasi 1,5%-10%. Mekanisme kerja bahan pemutih peroxide dan non peroxide yaitu dengan cara masuk melalui perantara enamel ke tubuli dentin. Kemudian mengoksidasi pigmen pada dentn yang akan menyebabkan warna gigi menjadi lebih muda.

Penilaian warna gigi menggunakan shade guide juga menggunakan alat Spectrophotometer yaitu alat yang diunggulkan saat ini dengan menggunakan sistem CIELAB.

Pir mempunyai sejumlah khasiat yang berguna menjaga kesehatan, seperti halnya apel, karena kandungan airnya yang sangat tinggi. Pir yang sering dibudidayakan ada 3 macam yaitu pyrus communis, pyrus bretscheideri, dan pyrus pyrifola.

Buah pir tergolong tanaman yang mempunyai nilai gizi yang cukup baik dan secara umum kandungan gizi pada buah pir adalah energi, protein, lemak, karbohidrat, serat pangan gula, kalsium, besi, magnesium, fosfor, kalium, natrium, seng, tembaga, folat, serta vitamin (C,B6, A, E dan K).

Menurut penelitian Brennan dan Frenkel, buah pir mengandung hydrogen peroksida.Hidrogen peroksida berperan dalam proses oksidasi yang menginisiasi proses pematangan buah. Peningkatan kandungan hidrogen peroksida dalam jaringan buah, akan mempercepat proses pematangan buah tersebut. Pembentukan hidrogen peroksida dalam buah pir dibentuk oleh isolated mitocondria dan chloroplast.

Di dalam 100 mg jaringan buah pir, terdapat sekitar 2 gram hydrogen peroksida saat pemasakan dimulai dan akan meningkat seiring dengan pematangan buah tersebut. Hidrogen peroksida tersebut diharapkan dapat dipakai sebagai bahan pemutih termasuk gigi melalui radikal bebas reaktif yang dihasilkannya. Radikal bebas berupa oksigen murni dapat merusak ikatan-ikatan konjugasi pada molekul zat warna pada noda yang menumpuk baik pada enamel dan dentin. Dengan perusakan ikatan konjugasi, molekul zat warna menjadi molekul yang lebih kecil dan sedikit berpigmen. Hal ini yang menyebabkan perubahan warna gigi menjadilebih putih.

Baca : Sejarah Manfaat dan Kandungan Buah Pir

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *