1. Home
  2. /
  3. Pengetahuan Umum
  4. /
  5. Program Kampung Iklim (ProKlim)
   

Program Kampung Iklim (ProKlim)

Program Kampung Iklim (ProKlim)

Program Kampung Iklim

 Perubahan iklim merupakan suatu keniscayaan yang harus dihadapi dengan melakukan antisipasi sedini mungkin melalui aksi nyata di tingkat lokal yang dapat berkontribusi langsung maupun tidak langsung dalam mengendalikan laju kenaikan suhu permukaan bumi agar tidak lebih dari 2 0C, serta langkah-langkah penyesuaian terhadap perubahan yang terjadi akibat meningkatnya suhu permukaan bumi.

Program Kampung Iklim (ProKlim) merupakan program berlingkup nasional yang dikelola oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam rangka meningkatkan keterlibatan masyarakat dan pemangku kepentingan lain untuk melakukan penguatan kapasitas adaptasi terhadap dampak perubahan iklim dan penurunan emisi gas rumah kaca serta memberikan pengakuan terhadap upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim yang telah dilakukan yang dapat meningkatkan kesejahteraan di tingkat lokal sesuai dengan kondisi di masing-masing wilayah.

Kampung Iklim adalah lokasi yang berada di wilayah administratif paling rendah setingkat rukun warga atau dusun dan paling tinggi setingkat kelurahan atau desa, atau wilayah yang masyarakatnya telah melakukan upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim secara berkesinambungan.

Penerapan ProKlim sebagai gerakan nasional pengendalian perubahan iklim berbasis komunitas didorong untuk dapat dikembangkan dengan mempertimbangkan risiko yang dihadapi masyarakat di masa depan dengan terjadinya perubahan iklim. Pemahaman mengenai tingkat kerentanan, potensi dampak dan proyeksi iklim dengan bertambahnya suhu permukaan bumi perlu dibangun, sehingga masyarakat mampu memilih jenis aksi adaptasi yang diperlukan untuk meningkatkan ketahanan dalam menghadapi perubahan iklim.

Penguatan aksi adaptasi perubahan iklim di tingkat tapak melalui ProKlim sangat diperlukan terutama pada daerah yang teridentifikasi rentan terhadap dampak perubahan iklim. Pada saat kerentanan dapat diatasi dengan upaya peningkatan kapasitas adaptasi, yang kemudian menjadi hal yang dilakukan sehari-hari oleh masyarakat, maka masyarakat tersebut dapat dikatakan memiliki ketahanan (resiliensi) terhadap perubahan iklim.

Resiliensi adalah kemampuan dalam mengatasi dampak perubahan iklim untuk mempertahankan dan meningkatkan fungsi esensial, identitas, struktur, dan kapasitasnya. Ketahanan dapat didefinisikan sebagai kemampuan masyarakat untuk menolak, menyerap, dan pulih dari efek bahaya secara tepat waktu dan secara efisien, menjaga atau pemulihan pengutamaan struktur dasar, fungsi dan identitas. Ketahanan adalah konsep yang semakin banyak dibahas di bidang adaptasi. Sebuah komunitas yang tangguh ditempatkan untuk mengelola bahaya untuk meminimalkan efek dan/atau untuk memulihkan dengan cepat dari setiap dampak negatif yang terjadi.

ProKlim menerapkan konsep pemberdayaan masyarakat (Community Based Development), dimana kegiatan yang dilaksanakan oleh masyarakat beserta institusinya dalam memobilisasi dan mengelola sumberdaya manusia maupun sumberdaya alam di dalam desa maupun yang berasal dari luar desa diarahkan untuk memperkuat upaya adaptasi dan mitigasi terhadap dampak perubahan iklim.

Pinsip pemberdayaan masyarakat dalam pelaksanaan ProKlim adalah berbasis masyarakat (community based), berbasis sumber daya setempat (local resource based) dan berkelanjutan (sustainable). Kapasitas masyarakat dapat dicapai melalui upaya pemberdayaan (empowerment) agar anggota masyarakat dapat ikut dalam proses yang berlangsung atau institusi penunjang dalam proses produksi, kesetaraan (equity) dengan tidak membedakan status dan keahlian, keamanan (security), keberlanjutan

(sustainability) dan kerjasama (cooperation), yang semuanya berjalan secara simultan.

Secara konseptual, suatu kampung iklim terdiri dari masyarakat dan lingkungannya yang diharapkan memiliki ketahanan terhadap perubahan iklim yang sedang dan akan berlangsung. Guna meningkatkan ketahanan tersebut, maka suatu kampung iklim seyogyanya mempunyai upaya-upaya dalam adaptasi dan mitigasi perubahan iklim sehingga dampak akibat perubahan iklim dapat diminimalisir sekaligus mengurangi emisi gas rumah kaca pada skala tapak. (Sumber : Road Map Program Kampung Iklim (Proklim)).

Upaya Adaptasi dan Mitigasi Proklim

 Upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim di lokasi ProKlim dapat berupa:

  1. pengendalian kekeringan, banjir, dan longsor
  2. peningkatan ketahanan pangan
  3. pengendalian penyakit terkait iklim
  4. penanganan atau antisipasi kenaikan muka laut, rob, intrusi air laut, abrasi, ablasi atau erosi akibat angin, gelombang tinggi
  5. pengelolaan sampah,limbah padat dan cair
  6. pengolahan dan pemanfaatan air limbah
  7. penggunaan energi      baru     terbarukan,     konservasi      dan penghematan energi
  8. budidaya pertanian
  9. peningkatan tutupan vegetasi
  10. pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan

Sumber Bacaan

Emilda, Ade, dkk. 2017. Buku Praktis Proklim. Jakarta : Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Garna, Judistira K. 1992. Teori-Teori Perubahan Sosial. Bandung : Universitas Padjajaran.

Hanafi. 1981. Memasyarakatkan Ide-Ide Baru. Surabaya : Usaha Offset Printing.

Harun, Rochajat & Ardianto, Elvinaro. 2017. Komunikasi Pembangunan dan Perubahan Sosial: Perspektif Dominan, Kaji Ulang, dan Teori Kritis. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.

 

 

Tag: ,


Leave a Reply