Perawatan Kehamilan

perawatan kehamilan

Apa yang terjadi pada tubuh ibu hamil? dan Bagaimana Perawatan Kehamilan

Di dalam tubuh ibu hamil terjadi perubahan-perubahan karena adanya pertumbuhan dan perkembangan bayi di dalam rahim dan perlu sebuah perawatan kehamilan. Perubahan-perubahan tersebut, antara lain :

  • Rahim ibu dan perut ibu membesar karena bayi di dalamnya membesar.
  • Terjadi pertumbuhan dan perkembangan tubuh dan organ-organ bayi (otak, mata, telinga, hidung, mulut, jantung, paru, ginjal, usus, tulang, otot, pembuluh darah, saraf, dan
  • lain-lain)
  • Kebutuhan makanan ibu bertambah agar pertumbuhan dan perkembangan bayi sehat dan normal.
  • Badan ibu makin gemuk dan berat badan bertambah.
  • Payudara ibu membesar.
  • Kadang-kadang ibu merasa mual, pusing, sakit pinggang, sering kencing, dan lain-lain.
Gambar 1 Ibu Hamil

Gambar 1 : Ibu Hamil

Mengapa ibu hamil harus periksa kehamilan?

  • Untuk memeriksakan kesehatan ibu dan bayi di dalam kandungannya. Bila tubuh ibu tidak sehat: (-) dapat menganggu pertumbuhan dan perkembangan bayi di dalam kandungan; (-) dapat membahayakan keselamatan ibu dan bayi selama kehamilan, pada saat melahirkan, dan/atau sesudah melahirkan.
  • Untuk mengetahui adakah kelainan pada ibu atau bayi yang dapat membahayakan ibu atau bayi selama kehamilan, ketika melahirkan, dan/atau sesudah melahirkan.
  • Bila ada kelainan pada ibu dan bayi perlu mendapatkan pertolongan dan pengobatan segera.
  • Ibu, suami, dan keluarga perlu mendapat nasihat-nasihat mengenai: (-) bagaimana memelihara kesehatan ibu dan bayi selama hamil; (-) persiapan untuk melahirkan; (-) perawatan bayi baru lahir; (-) perawatan ibu setelah melahirkan.

Kapan ibu harus periksa kehamilan ?

Bila terlambat datang bulan, segera ibu periksa ke petugas kesehatan terdekat (bidan, perawat, dokter) untuk memastikan apakah hamil atau tidak. Bila ternyata hamil, periksakan kehamilan ibu secara teratur setiap bulan ke petugas kesehatan terdekat dan ikuti penyuluhan untuk ibu hamil. Sebaiknya suami atau keluarga selalu mendampingi ketika ibu periksa hamil dan sewaktu proses melahirkan.

Gambar 2 : Periksa Kehamilan

Gambar 2 : Periksa Kehamilan

Di mana ibu harus periksa kehamilan?

Ibu hamil dapat periksa kehamilan di puskesmas, rumah bersalin, atau rumah sakit terdekat.

Mengapa ibu perlu didampingi suami atau keluarga ketika periksa hamil?

Supaya suami atau keluarga mengerti akan perawatan kehamilan, mengingatkan, dan membantu ibu dalam merawat kehamilan, mempersiapkan kelahiran bayi, merawat bayi baru lahir, dan merawat ibu setelah melahirkan.

Pemeriksaan apa saja yang akan dilakukan oleh petugas kesehatan?

  • Diukur tinggi badan dan lingkar lengan atas (LILA) saat pertama kali periksa, untuk mengetahui keadaan gizi ibu.
  • Ditimbang berat badan tiap kali periksa. Berat badan ibu akan naik sesuai umur kandungan. Bila kenaikan berat badan hanya sedikit, mungkin ibu perlu lebih banyak makan. Bila berat badan bertambah terlalu banyak, perlu pemeriksaan lebih lanjut, karena dapat membahayakan ibu atau janin.
  • Diukur tekanan darah ibu.
  • Diukur besarnya kandungan setiap kali periksa. Kandungan akan membesar sesuai umur kehamilan.

Bagaimana makanan bagi ibu hamil?

  • Makanlah dengan pola gizi seimbang, lebih banyak daripada sebelum hamil.
  • Pola gizi seimbang: (-) ada sumber tenaga (misalnya, nasi, sagu, ubi, singkong, jagung); (-) ada sumber protein.
  • Tidak ada pantangan makanan selama hamil.
  • Jika mual-mual, muntah, dan tidak nafsu makan, pilihlah makanan yang tidak berlemak dan menyegarkan. Contohnya, roti, ubi, singkong, biskuit, dan buah.
  • Minum 1 tablet tambah darah (TTD) setiap hari selama 90 hari. TTD penting untuk kesehatan ibu dan perkembangan otak bayi.
  • Jangan minum jamu, minuman keras, atau merokok karena membahayakan bayi di kandungan.
  • Jangan minum obat sembarangan. Jika hendak minum obat, tanyakan lebih dulu kepada petugas kesehatan, obat apa yang boleh diminum dan bagaimana caranya.
Gambar 4 : Nutrisi Makanan

Gambar 3 : Nutrisi Makanan

Bagaimana perawatan kehamilan dalam sehari-hari?

  • Mandi 2 kali sehari dengan menggunakan sabun.
  • Gosok gigi setelah makan dan sebelum tidur.
  • Boleh melakukan hubungan suami istri. Tanyakan kepada petugas cara yang aman.
  • Setelah kandungan berumur 4 bulan, setiap hari perut dielus-elus, bayi di dalam kandungan diajak berdoa, bercakap-cakap, bernyanyi, dan bercanda.
  • Kurangi kerja berat., istirahat berbaring minimal 1 jam di siang hari. Posisi tidur sebaiknya miring.
  • Sebaiknya ibu tidur pakai kelambu, jangan memakai obat nyamuk bakar atau semprot.
Gambar 6 : Perangsangan Bayi

Gambar 4 : Perangsangan Bayi

Bagaimana perangsangan bayi di dalam kandungan?

Perangsangan bayi di dalam kandungan dilakukan sejak hamil 4 bulan dengan mengajak bayi berbicara, mengobrol, menyanyikan lagu, membacakan doa, lagu-lagu keagamaan, sambil mengelus-elus perut ibu. Dapat pula dengan memperdengarkan lagu melalui radio kaset yang ditempelkan di perut ibu.

Perangsangan sebaiknya dilakukan setiap hari. Setiap saat ibu dapat berhubungan dengan bayinya, misalnya sambil istirahat, mandi, memasak, mencuci pakaian, membaca koran/majalah, menonton TV, di kendaraan, di kantor, di pasar , di mana saja dapat dilakukan perangsangan merupakan bagian dari perawatan kehamilan.

Gambar 6 : Imunisasi Pada Saat Hamil

Gambar 5 : Imunisasi Pada Saat Hamil

Perlukah imunisasi untuk ibu hamil?

Ya, imunisasi Tetanus Toksoid (TT) dapat mencegah penyakit tetanus pada bayi yang sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kematian

Mintalah imunisasi TT untuk ibu hamil kepada bidan, perawat atau dokter, mulai kehamilan 6 bulan.

  • TT 1 diberikan pada kehamilan 6 bulan atau lebih.
  • TT 2 diberikan 1 bulan setelah TT 1

 

Apa tanda bahaya dalam kehamilan?

Tanda-tanda di bawah ini bisa menyebabkan gangguan kehamilan yang membahayakan ibu dan bayi. Bila ditemukan tanda-tanda tersebut segeralah ibu pergi ke petugas kesehatan didampingi suami atau keluarga.

  • Perdarahan saat hamil muda maupun hamil tua.
  • Bengkak di kaki, tangan, atau wajah disertai sakit kepala dan atau kejang.
  • Demam atau panas tinggi.
  • Air ketuban keluar sebelum waktunya.
  • Bayi di kandungan gerakannya berkurang atau tidak bergerak.
  • Muntah terus.
  • Tidak mau makan.
Gambar 7 : Keluhan Pada Saat Hamil

Gambar 6 : Keluhan Pada Saat Hamil

Apa keluhan lain yang perlu diceritakan kepada petugas kesehatan ketika periksa hamil?

  • Batuk lama.
  • Lemah.
  • Jantung berdebar-debar.
  • Gatal-gatal pada kemaluan.
  • Keluar keputihan dari kemaluan.

Baca : Menjaga Kesehatan dan Kebersihan Anak Dalam Keseharian

 

Tag: , , , , , , , , ,


Leave a Reply

+ 29 = 30