Peran Keluarga Dalam Pendidikan Seks Anak Usia Dini

Peran Keluarga Dalam Pendidikan Seks Anak Usia Dini

Kapan pendidikan seks anak usia dini mulai diperkenalkan? Psikolog anak dan keluarga, Anna Surti Ariani, mengatakan, pendidikan seks idealnya diberikan sejak anak usia 6 tahun. Menurutnya, memberikan pendidikan seks kepada anak usia dini bisa membantu mereka mengembangkan perilaku sehat dan menjaga keamanan dini.

Manajer Pendidikan Seksualitas Komprehensif Rutgers WPF (World Population Foundation), Andreas H Susanto menambahkan, pendidikan seks kepada anak hendaknya dimulai dengan mengenal diri sendiri pendidikan seks anak usia dini. Misalnya, menjelaskan bagian-bagian tubuh, merawat dan menjaga tubuh serta mengenal berbagai ekspresi dan emosi.

Anak-anak dalam sebuah keluarga merupakan amanat dan rahmat dari Tuhan, generasi penerus serta pelestari norma yang berlaku dalam keluarga dan masyarakat. Oleh karenanya, keluarga sebagai lingkungan yang pertama dan utama bagi anak seyogyanya mampu menjadi peletak dasar dalam pembentukan karakter yang baik sebagai landasan pengembangan kepribadian anak yang akan membentuk karakter bangsa di kemudian hari pendidikan seks anak usia dini. Berbagai keterampilan kehidupan dikembangkan pada anak sejak dini di lingkungan keluarga dalam suasana kasih sayang. Keteladanan dalam suasana hubungan yang harmonis serta komunikasi yang efektif antar anggota keluarga merupakan hal yang fundamental bagi berkembangnya kepribadian anak.

Dorothy Rich, mengemukakan berbagai keterampilan yang harus dimiliki oleh seorang anak. Dia menyebutnya sebagai keterampilan mega (mega skills), yaitu:5 (1) Percaya diri; (2) Motivasi disertai dengan keinginan yang kuat; (3) Daya juang disertai dengan kerja keras; (4) Tanggung jawab; (5) Keuletan; (6) Kepedulian; (7) Team work; (8) Positive thinking; dan (9) Problem solving. Seorang ibu dituntut memiliki pengetahuan dan keterampilan serta kemampuan untuk menjadikan anak-anaknya memiliki Mega Skills. Hal tersebut dapat dicapai dengan memberikan latihan dan tugas-tugas yang sesuai dengan kemampuan anak sejalan dengan perkembangan usianya.

Peran ibu bagi anak-anaknya, antara lain:

  • Membina keluarga sejahtera sebagai wahana penanaman nilai agama, etik dan moral serta nilai-nilai luhur bangsa, sehingga memiliki integritas kepribadian dan etos kemandirian yang tangguh.
  • Memperhatikan kebutuhan anak (perhatian/ atensi, kasih sayang, penerimaan/ acceptance, perawatan/care, dan lain-lain)
  • Bersikap bijaksana dengan menciptakan dan memelihara kebahagiaan, kedamaian dankesejahteraan yang berkualitas dalam keluarga serta pemahaman atas potensi dan keterbatasan anak.
  • Melaksanakan peran pendamping terhadap anak, baik dalam belajar, bermain dan bergaul, serta menegakkan disiplin dalam rumah, membina kepatuhan dan ketaatan pada aturan keluarga.
  • Mencurahkan kasih sayang namun tidak memanjakan, melaksanakan kondisi yang ketat dan tegas namun bukan tidak percaya atau mengekang anggota keluarga.
  • Berperan sebagai kawan terhadap anak-anaknya, sehingga dapat membantu mencari jalan keluar dari kesulitan yang dialami anak-anaknya.
  • Memotivasi anak dan mendorong untuk meraih prestasi yang setinggi tingginya. Semua itu dilaksanakan dengan ketulusan, kesabaran dan konsisten dengan komitmen semata-mata demi kesuksesan dan kebahagiaan anak.

Usia anak dalam sebuah keluarga sangat bervariasi. Setiap tahap perkembangan individu mempunyai karateristik tersendiri sehingga membutuhkan pola asuh dan pola didik yang berbeda. Oleh karena itu, diperlukan pemahaman yang mendalam terhadap karateristik anak, baik fisik maupun psikologis. pendidikan seks anak usia dini Yang akan dibahas lebih mendalam dalam makalah ini adalah bagaimana karateristik dan pola pendekatan terhadap anak yang berada dalam usia remaja, pendidikan seks anak usia dini penting karena masa remaja merupakan masa kritis. Bilamana anak berhasil melewati masa remaja dengan baik, dia akan menjadi orang dewasa yang baik pula, tetapi bilamana gagal melewati masa tersebut, dia akan mengalami beberapa masalah di kemudian hari.

Baca Juga : Cara Membacakan Dongeng Agar Bermanfaat Buat Anak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

61 + = 63