Parasitologi Tentang Semua Organisme Parasit Berbahaya

Parasitologi Tentang Semua Organisme Parasit Berbahaya

Parasitologi adalah suatu ilmu cabang Biologi yang mempelajari tentang semua organisme parasit. Tetapi dengan adanya kemajuan ilmu, parasitologi kini terbatas mempelajari organisme parasit yang tergolong hewan parasit, meliputi: protozoa, helminthes, arthropoda dan insekta parasit, baik yang zoonosis ataupun anthroponosis. Cakupan parasitologi meliputi taksonomi, morfologi, siklus hidup masing-masing parasit, serta patologi dan epidemiologi penyakit yang ditimbulkannya. Organisme parasit adalah organisme yang hidupnya bersifat parasitis; yaitu hidup yang selalu merugikan organisme yang ditempatinya (hospes). Predator adalah organisme yang hidupnya juga bersifat merugikan organisme lain (yang dimangsa). Bedanya, kalau predator ukuran tubuhnya jauh lebih besar dari yang dimangsa, bersifat membunuh dan memakan sebagian besar tubuh mangsanya. Sedangkan parasit, selain ukurannya jauh lebih kecil dari hospesnya juga tidak menghendaki hospesnya mati, sebab kehidupan hospes sangat essensial dibutuhkan bagi parasit yang bersangkutan.

Menyadari akibat yang dapat ditimbulkan oleh gangguan parasit terhadap kesejahteraan manusia, maka perlu dilakukan usaha pencegahan dan pengendalian penyakitnya. Sehubungan dengan hal tersebut maka sangat diperlukan suatu pengetahuan tentang kehidupan organisme parasit yang bersangkutan selengkapnya. Tujuan pengajaran parasitologi, dalam hal ini di antaranya adalah mengajarkan tentang siklus hidup parasit serta aspek epidemiologi penyakit yang ditimbulkannya. Dengan mempelajari siklus hidup parasit, kita akan dapat mengetahui bilamana dan bagaimana kita dapat terinfeksi oleh parasit, serta bagaimana kemungkinan akibat yang dapat ditimbulkannya. Selanjutnya ditunjang oleh pengetahuan epidemiologi penyakit, kita akan dapat menentukan cara pencegahan dan pengendaliannya.

Departemen Parasitologi FKUI didirikan tahun 1950 dengan nama bagian Parasitologi dan Ilmu Penyakit Umum oleh Dr. Lie Kian Joe dibantu seorang asisten yaitu dr. Lie Injo Luan Eng dan dua tenaga laboratorium yaitu Tohir dan Sudirman yang sebelumnya adalah karyawan Bagian Patologi di bawah pimpinan Prof. G. Bras.

”Bagian Parasitologi dan Penyakit Umum” selanjutnya berubah nama menjadi ”Bagian Parasitologi”. Antara tahun 1954-1955 direkrut beberapa biolog sebagai asisten. Tesis pertama dihasilkan pada tahun 1956. Bagian Parasitologi aktif mengembangkan penelitian dengan memulai penelitian filariasis bekerja sama dengan Departemen Kesehatan. Hasil penelitian dipublikasikan di jurnal nasional maupun internasional sehingga nama Bagian Parasitologi mulai dikenal dan kemudian mendapat bantuan dariCHINA MEDICAL BOARD untuk membangun gedung sendiri. Yaitu merubah gedung pabrik candu di Salemba, sebagian dana pembangunan ini dibantu oleh Pemerintah RI.

Pada tahun 1967 dimulai kerjasama dengan Departemen Pendidikan di Asia Tenggara (SEAMEO) dan FKUI dijadikan Regional Centre for Community Nutrition (SEAMEO TROPMED-RCCN) dimana Bagian Parasitologi berperan aktif dan setiap tahun stafnya diminta untuk mengajar atau menguji di Bangkok, Kuala Lumpur, Manila dan Saigon, sebagai panitia seleksi calon penerima fellowship SEAMEO TROPMED hingga tahun 2003.

Pada tahun 1975-1976 dimulai kerjasama Bagian Parasitologi dalam proyek, yaitu proyek Integrasi Keluarga Berencana-Pemberantasan Penyakit Cacing dan Gizi (JOICEF) dan dilakukan di Indonesia atas kerjasama Perkumpulan Pemberantasan Penyakit Parasitologi Indonesia (P4I) diprakarsai oleh staf senior Bagian Parasitologi.

Tahun 1979 Bagian Parasitologi mendapat Institutional Strengthening Grant, TDR/WHO selama lima tahun, terdiri dari 2 komponen, yaitu: membangun unit imuno-parasitologi dan Training grant yang dalam pengembangannya hingga kini menjalin kerjasama. Dengan institusi asing yaitu Mill Hill University London, Imperial College London, New England Biolab, Boston USA dan Smith College, Northampton, USA, University of Leiden, University of Glasgow, Scottish Parasite Diagnostic Lab, UNICEF  dan CDC Atlanta. Kerjasama dalam negeri antara lain dengan puslit Biomedis Litbang Kes, dan Departemen lain di FKUI. Pada tahun yang sama juga dibuka program studi magister biomedik kekhususan Parasitologi.

Tujuan Pengajaran Parasitologi Menyadari akibat yang dapat ditimbulkan oleh gangguan parasit terhadap kesejahteraan manusia. Maka perlu dilakukan usaha pencegahan dan pengendalian penyakitnya.

Sehubungan dengan hal tersebut maka sangat diperlukan suatu pengetahuan tentang kehidupan organisme parasit yang bersangkutan selengkapnya. Tujuan pengajaran  parasitologi, dalam hal ini di antaranya adalah mengajarkan tentang siklus hidup parasit serta aspek epidemiologi penyakit yang ditimbulkannya. Dengan mempelajari siklus hidup parasit, kita akan dapat mengetahui bilamana dan bagaimana kita dapat terinfeksi oleh parasit. Serta  bagaimana kemungkinan akibat yang dapat ditimbulkannya.

Selanjutnya ditunjang oleh  pengetahuan epidemiologi penyakit, kita akan dapat menentukan cara pencegahan dan  pengendaliannya.

Istilah dalam Parasitologi dan Pembagian Hewan Parasit

  1. Organisme (manusia atau hewan) yang ditempati oleh organisme lain (parasit). Di mana organisme tersebut merugikan hospes (inang) yang ditumpanginya karena mengambil makanan disebut hospes.
  2. Hospes yang dirugikan itu dapat digolongkan menjadi 4 macam yaitu hospes definitif, hospes perantara, hospes predileksi dan hospes reservoir. Hospes definitif yaitu hospes yang membantu hidup parasit dalam stadium dewasa/stadium seksual.
  3. Berdasar lama waktu hidupnya parasit dibagi menjadi dua yaitu parasit temporer dan stasioner. Parasit temporer disebut juga parasit nonperiodis (nonberkala) yang mengunjungi hospesnya. Pada waktu-waktu berselang atau parasit tersebut tidak menetap pada tubuh hospesnya.
  4. Pediculus humanus disebut sebagai ektoparasit karena hidup di kepala atau hidup pada  permukaan luar hospesnya. Hubungan antara Parasit dengan Inang. Derajat preferensi inang adalah produk adaptasi biologis. Dari parasit yang menyebabkan  parasit tersebut secara alami mempunyai pilihan terhadap inang dan juga jaringan tubuh inang. Semakin tinggi derajat preferensi suatu parasit terhadap inang akan menyebabkan adanya spesifitas inang.

Baca Juga : Sistem Indera Mata Manusia dan Gangguannya

 

Tag: , , , , , ,


Leave a Reply

*

code