Olahraga panahan nampaknya kini banyak digemari masyarakat, baik anak-anak, remaja, maupun orang tua. Tren ini tidak terlepas dari kemunculan berbagai film laris yang menampilkan tokoh-tokoh jago memanah, seperti film The Lord of The Rings, dan The Hunger Games dengan tokohnya Katniss Everdeen. Di Indonesia sendiri, juga muncul film 3 Srikandi, yang menceritakan pengalaman nyata tiga atlet panah Indonesia yang memenangkan olimpiade di Seoul pada 1988.

Bagi umat Islam sendiri, olaharaga memanah juga dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW seperti dalam salah satu hadist, “Berlatihlah memanah dan berkuda. Dan jika kalian memilih memanah maka hal itu lebih baik daripada berkuda.” (HR. Ahmad, 16699).

Defrizal Siregar, mantan atlet panahan Indonesia yang kini menjadi Presiden Indonesia Archery Schools Program (INASP) yang membawahi beberapa sekolah penahan, mengatakan, olahraga ini layak diperkenalkan kepada anak-anak karena berdampak positif bagi pembentukan karakter.

Menurut dia, ada empat manfaat dan nilai positif yang dapat diambil dari olahraga panahan.

Pertama, adalah ketenangan. Dia menjelaskan, pernah ada beberapa orang tua yang datang untuk mencoba olahraga ini karena anak-anaknya tidak bisa diam atau terlalu aktif bergerak. Panahan pun dimanfaatkan sebagai terapi untuk anak-anak itu.

Kedua, melatih fokus. Dalam panahan, selalu ada target yang harus dibidik. Hal tersebut melatih seseorang untuk membangun fokus dan konsentrasinya.

Ketiga, keberanian saat menganalisis arah angin hingga melepaskan anak panah. “Dia harus berani mengambil keputusan yang terbaik untuk dirinya,” ujar Devrizal.

Keempat, mengasah mental pemenang. Saat memanah, setiap orang memiliki titik target. Hal tersebut melatih mental seseorang agar selalu berupaya untuk menjadi seorang pemenang.

Selain itu, dari beberapa sumber lain dikatakan, manfaat olahraga panahan, antara lain:

Meningkatkan keseimbangan

Olahraga memanah melatih koordinasi kekuatan otot dan otak. Cerebellum yang ada di bagian belakang otak akan mengirim sinyal pada otot untuk menjaga kondisi tubuh supaya seimbang. Saat melepaskan anak panah juga melatih kita untuk bisa mengontrol tubuh dengan baik.

Melatih koordinasi

Saat memanah, koordinasi antara anak panah, mata, tubuh bagian tengah dan atas serta tangan harus terkoordinasi.

Melatih fokus dan daya tahan

Supaya bisa memanah pada target, tubuh harus dalam posisi terbaik. Dengan memanah, otak dilatih untuk fokus mencapai target. Dalam hal ini, bagian lobus frontal otak yang dioptimalkan. Semakin lama bagian otak ini dilatih, makin bikin kita lebih mudah untuk berkonsentrasi.

Melatih kesabaran

Memanah pun juga bisa melatih kesabaran, karena kita tidak bisa asal cepat meraih target, tetapi yang lebih penting adalah mencapai target dengan presisi

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

41 − = 31