Nilai Gizi ASI (Air Susu Ibu)

Nilai Gizi ASI (Air Susu IBu)

a. Lemak

Sumber kalori utama dalam ASI adalah lemak. Sekitar 50% kalori ASI berasal dari lemak. Kadar lemak dalam ASI 3,5- 4,5%. Walaupun kadar lemak dalam ASI tinggi, tetapi mudah diserap oleh bayi oleh karena trigliserida dalam Nilai Gizi ASI lebih dulu dipecah menjadi asam lemak dan gliserol oleh enzim lipase yang terdapat dalam ASI. Kadar kolesterol ASI lebih tinggi dari pada susu sapi, sehingga bayi yang mendapat ASI seharusnya mempunyai kadar kolesterol darah lebih tinggi. Diperkirakan bahwa pada masa bayi diperlukan kolesterol pada kadar tertentu untuk merangsang pembentukan enzim protektif yang membuat metabolisme kolesterol menjadi efektif pada usia dewasa.

b. Karbohidrat

Karbohidrat utama dalam Nilai Gizi ASI adalah laktosa, yang kadarnya paling tinggi dibanding susu mamalia lain (7g%). Laktosa mudah diurai menjadi glukosa dan galaktosa. Dengan bantuan enzim lactase yang sudah ada dalam mukosa saluran pencernaan sejak lahir. Laktosa mempunyai manfaat lain, yaitu mempertinggi absorbsi kalsium dan juga merangsang pertumbuhan Laktobasillis bifidus.

c. Protein

Protein dalam susu adalah kasein dan whey. Kadar protein ASI adalah whein 0,9%,60% diantaranya adalah whey yang lebih mudah dicerna dibanding kasein (protein utama susu sapi). Dalam Nilai Gizi ASI terdapat asam amino yang tidak terdapat dalam susu sapi yaitu sistin dan taurin, sistin diperlukan untuk pertumbuhan somatik, sedangkan taurin untuk pertumbuhan otak. Selain dari ASI, sebenarnya sistin dan taurin dapat diperoleh dari penguraian tirosin, tetapi pada bayi baru lahir enzim pengurai tirosin ini belum ada.

d. Garam dan Mineral

Ginjal neonatus belum dapat mengkonsentrasikan air kemih dengan baik, sehingga diperlukan susu dengan kadar garam dan mineral yang rendah. Nilai Gizi ASI mengandung kadar garam dan mineral lebih rendah dibanding susu sapi. Bayi yang mendapat susu sapi atau susu formula dapat menderita tetani (otot kejang). Karena hipokalsemia kadar kalsium dalam susu sapi lebih tinggi dibanding ASI, tetapi kadar fosfornya jauh lebih tinggi, sehingga mengganggu penyerapan kalsium dan juga magnesium.

e. Vitamin (Nilai Gizi Asi)

Nilai Gizi ASI cukup mengandung vitamin yang diperlukan bayi. Vitamin K yang berfungsi sebagai katalisator pada proses pembekuan darah terdapat dalam ASI dengan jumlah yang cukup dan mudah diserap (Suradi dkk, 2003).

Baca : Buah Nanas Dan Kandungan Nutrisinya

Literiasi

Suradi, R, dkk. (2003). Bahan Bacaan Manajemen Laktasi. Jakarta: Perkumpulan Perinatologi Indonesia

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *