Menjaga Kesehatan dan Kebersihan Anak Dalam Keseharian

menjaga kesehatan dan kebersihan anak

Anak adalah anugerah Tuhan Yang Maha Esa. Orang tua memiliki kewajiban menjaga kesehatan dan kebersihan anak dan merawat dan menjaga hingga tumbuh kelak menjadi anak yang sehat, tumbuh dan berkembang sesuai dengan usianya, aktif, ceria, lincah dan jarang terkena sakit.

Berikut perawatan balita sehari-hari yang dapat dilakukan oleh orang tua untuk memenuhi kebutuhan kesehatan anak seperti dikutip dalam Buku Kesehatan Ibu dan Anak yang diterbitkan Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.

1. Kebersihan Anak

Menjaga kebersihan anak dengan cara mandi dengan sabun dan air bersih dua kali sehari, cuci rambut dengan sampo 3 kali semingu. Biasakan cuci tangan dan kaki anak dengan sabun setiap habis bermain.

Biasakan mengganti pakaian dalam dan pakaian luar setelah mandi, setelah main dan jika pakaian basah atau kotor. Jaga kebersihan pakaian, mainan, tempat tidur, serta perlengkapan makan dan minumnya.

Rutin menggunting kuku tangan dan kaki secara teratur serta menjaga kebersihannya. Ajari dan biasakan anak untuk membuah air besar dan kecil di WC.

2. Perawatan Gigi

Jika gigi belum tumbuh atau gigi baru tumbuh, bersihkan gusi, lidah bayi dan gigi yang baru tumbuh dengan kain lembut bersih yang dibasahi air matang hangat dengan gerakan ringan dan perlahan.

Setelah tumbuh gigi lebih banyak, gosok giginya setelah sarapan dan sebelum tidur dengan sikat gigi khusus anak yang berbulu lembut dan menggunakan pasta gigi mengandung fluor. Untuk anak usia 1-2 tahun gunakan pasta gigi selapis tipis atau seukuran ½ biji kacang polong, sedangkan, untuk anak 2-6 tahun gunakan pasta gigi seukuran 1 biji kacang polong.

Ajari anak untuk menggosok giginya sendiri secara teratur selama 2 menit. Dampingi anak saat menggosok gigi sampai anak berusia 8 tahun.

Untuk menjaga kebersihan gigi, jangan biasakan anak minum susu dengan botol sambil tiduran. Cegah juga kebiasaan menghisap ibu jari atau dot (mengempeng). Hindari anak dari makan makanan manis yang bersifat lengket. Periksakan gigi anak secara rutin setiap 3-6 bulan sekali ke dokter gigi, perawat gigi, puskesmas atau fasilitas kesehatan lainnya untuk menjaga kesehatan dan kebersihan anak

Baca : Selera Humor pada Anak Efek Baiknya Kemudian Hari

Cara menyikat gigi yang benar :

– Awali menyikat gigi pada seluruh permukaan kunyah gigi atas dan bawah dengan gerakan lurus ke arah depan dan ke belakang (maju mundur)

– Selanjutnya, sikatlah permukaan luar gigi (yang menghadap ke pipi dan bibir), letakan bulu sikat di daerah batas gusi dan gigi, lalu lakukan gerakan memutar (sirkuler) mulai dari sisi belakang kiri sampai sisi belakang kanan.

– Selanjutnya sikat permukaan dalam gigi (yang menghadap ke langit-langit dan lidah) atas dan bawah, dengan gerakan maju mundur.

3. Kebersihan Lingkungan

Kebersihan lingkungan sangat penting untuk perkembangan jiwa dan raga anak. Antara lain, jauhkan anak dari asap rokok, asap dapur, asap sampah serta polusi kendaraan bermotor. Bersihkan rumah, sekitar rumah dan lingkungan bermain anak dari debu dan sampah.

Bersihkan bak penampungan air dan tutup untuk menghindari berkembang biaknya jentik nyamuk. Sebaiknya anak terlindung dengan kelambu untuk menghindari gigitan nyamuk. Di daerah endemis malaria, anak harus tidur dalam kelambu berinsektisida untuk menjaga kesehatan dan kebersihan anak

4. Hindari Anak dari Bahaya

Bahaya mengancam anak kapan saja dan dimana saja. Karena itu, peran orang tua sangat dibutuhkan dalam menjaga dan menghindari anak dari bahaya seperti menyimpan baik benda-benda yang disangka makanan atau minuman seperti obat-obatan, racun tikus, racun serangga, minyak tanah dan sabun/detergen. Letakan jauh dari jangkauan anak-anak.

Hindari anak dari benda panas seperti kompor, setrika, termos air panas dan tempat pembakaran sampah. Hindari juga anak dari benda-benda berbahaya seperti pisau, gunting serta tempat colokan listrik.

Untuk menghindari dari bahaya tenggelam dan kecelakaan lalu lintas, jangan biarkan anak berada di dekat sumur, kolam, sungai dan jalan raya tanpa pengawasan orang dewasa.

Baca : Jika Anak Berkata Kasar Orang Tua Harus Begini

5. Perawatan Anak Sakit

Siapkan selalu obat-obatan penting dirumah untuk anak saat tiba-tiba anak mengalami sakit. Obat-obatan itu antara lain, oralit untuk diare, povidon lodine untuk luka serta parasetamol untuk demam.

Berikut penanganan yang bisa dilakukan orang tua saat menghadapi anak sakit:

  • Batuk

Berikan ASI lebih sering dari biasanya. Jangan lupa beri minum dengan air matah lebih banyak dari biasanya. Jika umur diatas 1 tahun, beri kecap manis atau madu dicampur air jeruk nipis sebagai pelega tenggorokan. Jauhkan anak dari asap rokok, asap dapur, asap sampah, polusi kendaraan bermotor dan debu.

Segera bawa ke fasilitas pelayanan kesehatan jika batuk tidak sembuh dalam dua hari dan anak mengalami sesak nafas serius.

  • Diare

Jika anak masih menyusu, terus berikan ASI dan MPASI. Berikan segera ½ – 1 gelas cairan oralit setiap anak buang air besar. Jika tidak ada oralit, berikan air matang, kuah sayur bening dan air tajin.

Pemberian zinc setiap hari selama 10 hari berturut-turut. Untuk anak usia kurang dari 6 bulan, berikan ½ tablet 1 kali sehari. Sedangkan untuk anak usia 6 bulan sampai 5 tahun, berikan 1 tablet 1 kali sehari. Tetap makan seperti biasa dan jangan beri obat apapun kecuali dari petugas kesehatan dan menjaga kesehatan dan kebersihan anak

Segera bawa anak ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan perawatan yang tepat jika timbul demam, ada darah dalam tinja, diare semakin parah, muntah terus menerus, anak terlihat sangat haus, serta anak tidak mau makan dan minum untuk menjaga kesehatan dan kebersihan anak

  • Demam

Jika masih menyusu, berikan ASI lebih sering. Berikan juga minum lebih sering dan lebih banyak dari biasanya.

Jangan diselimuti atau diberi baju tebal. Kompres dengan air biasa atau air hangat. Hindari mengompres dengan air dingin karena anak bisa menggigil. Jika demam tinggi, beri obat  penurun panas sesuai dosis.

Segera bawa anak ke fasilitas pelayanan kesehatan jika anak mengalami demam disertai kejang, demam tidak turun dalam dua hari, demam disertai bintik-bintik merah, pendarahan di hidung, dan atau buang air besar berwarna hitam.

  • Luka dan Koreng

Cuci bersih luka dengan air bersih mengalir. Bawa ke fasilitas pelayanan kesehatan jika luka bernanah atau berbau. (Daftar Pustaka Bunga Kusuma Dewi/sumber: www.depkes.go.id)

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *