Apakah Anda di rumah biasa membacakan buku pada anak? Kalau iya, bagus sekali kebiasaan itu. Karena selain hal itu sebagai bentuk perhatian, kasih sayang, dan komunikasi, juga bisa menjadi sarana mengenalkan buku pada anak-anak sejak usia dini.

Karena membacakan isi buku, tentu dengan suara lantang. Biasa disebut dengan istilah reading aloud atau membacakan buku pada anak dengan lantang. Lantang memiliki pengertian, selain volume suara harus keras, intonasi kata yang diucapkan pun tinggi namun tetap wajar dan terukur. Jadi tidak semata-mata membaca. Tapi membaca dengan penuh ekspresi.

Membaca lantang juga dapat digunakan sebagai sarana untuk mengenalkan pengalaman pra membaca pada anak-anak. Mereka dikenalkan dengan huruf, kata, kalimat, dan buku sejak usia dini.

Diharapkan di dalam alam pikiran bawah sadar mereka, tercerap satu pemahaman bahwa buku itu menarik. Membacakan buku pada anak dengan lantang menjadi salah satu cara mengenalkan buku dan aktivitas membaca pada anak-anak secara menarik, sehingga mereka tidak trauma dengan buku.

Lantaran berdasarkan temuan di lapangan, tidak sedikit anak-anak yang tidak suka membaca buku, sebabnya karena mereka memunyai pengalaman yang buruk dengan buku.

Sejak awal (belia)  buku tercitra di benak mereka sekadar himpunan huruf yang kecil-kecil, banyak, dan “bisu”. Jangankan membaca buku, melihat selintas saja sudah memusingkan kepala.

Tidak hanya bertalian dengan upaya memberikan pengalaman pra-membaca yang menyenangkan bagi anak, membacakan buku pada anak dengan lantang juga terbukti bisa menjadi terapi untuk meningkatkan kecerdasan buah hati kita.

Saya pernah membaca buku, ada seorang ibu yang memiliki anak terlahir dengan down syndrome. Ibunya dengan gigih memberikan terapi, membacakan 11 buku per hari. 11 buku per hari! Akhirnya, si anak memiliki kecerdasan normal.

Membaca lantang juga dapat membantu anak mengasah kepekaan sosial dan perasaannya. Melalui suara yang didengar, ia belajar  membaca suara, mendengarkan buku, dan melihat ekspresi atraktif orangtua. Jadi tanpa dihubungkan dengan kecerdasan intelektual, dan kemampuan membaca pun, membacakan buku pada anak dengan membaca lantang tetap memiliki manfaat yang besar dengan membacakan buku pada anak.

Bagaimana teknis membacakan buku pada anak lantang tersebut? Anda bisa membaca buku The Read-Aloud Handbook versi bahasa Indonesia yang pada 22 Desember 2009  telah diluncurkan. Buku ini juga telah menjadi  rujukan komunitas literasi. *Agus M. Irkham, pegiat literasi

Baca Juga : Mengajarkan Sikap dan Perasaan Empati Pada Anak

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

+ 23 = 26