Melalui Kegiatan Membaca Meningkatkan Kecerdasan Anak

Melalui Kegiatan Membaca Meningkatkan Kecerdasan Anak

Membacakan buku cerita merupakan kegiatan menyenangkan dan disukai anak-anak. Selain untuk melekatkan hubungan dengan anak, kegiatan membacakan buku cerita juga dapat dimanfaatkan untuk menstimulasi kecerdasan anak.

Seperti dijelaskan oleh psikolog dan pendidik Dr. Thomas Armstrong, seorang pakar multiple intelligence, ada 8 tipe kecerdasan anak. Setiap anak memiliki satu atau lebih kecerdasan yang menonjol dari 8 tipe tersebut.

”Penting bagi orang tua untuk menstimulasi kedelapan kecerdasan anak itu. Jika distimulasi dengan baik, anak akan memiliki kesempatan mengembangkan kecerdasan yang dimililiknya, tentu saja dengan bantuan orang tuanya,” jelas Dr. Armstrong dalam acara peluncuran situs parenting club di Jakarta, Kamis (3/11/2016).

Menggunakan buku Dr. Seuss’s Sleep Book, Dr. Armstrong mencontohkan 8 cara membacakan buku untuk anak dalam rangka menstimulasi masing-masing kecerdasannya.

1. Word Smart (kecerdasan linguistik)

Saat membacakan cerita, ucapkan kata-kata dengan jelas dan menyenangkan. Dengan seperti itu, anak jadi bisa menyukai berbagai kata yang diucapkan.

2. Number Smart (kecerdasan logika atau matematis)

Biasanya, dalam buku cerita anak-anak terdapat gambar-gambar yang menarik. Ajak anak untuk menghitung jumlah gambar yang ada di buku tersebut. Misalnya menghitung ada berapa orang yang ada dalam buku tersebut atau jumlah bunga yang menghiasi cerita tersebut.

3. Picture Smart (Kecerdasan spasial)

Dalam buku cerita anak biasanya dipenuhi dengan gambar-gambar beraneka ragam atau foto. Stimulus kecerdasan spasial anak dengan cara menjelaskan maksud dari gambar di buku tersebut.

4. Music Smart (Kecerdasan musikal)

Membacakan buku cerita dengan cara bersenandung akan menstimulus kecerdasan musikal anak. Buat ritmenya menyenangkan dan anak bisa mengikuti.

5. Body Smart (Kecerdasan kinetik)

Buku cerita anak pasti menyenangkan. Bangun cerita tersebut dengan cara penyampaian yang penuh ekspresif. Misalnya, dengan cara menirukan alur cerita seperti menggerak-gerakan tangan, badan, menguap, berlari atau apapun. Anak akan mengikuti gerakan tersebut dan kecerdasan kinetik tersebut akan terbangun.

6. Nature Smart (Kecerdasan naturalis)

Anak yang memiliki kecerdasan naturalis sangat suka bermain di alam, seperti bermain di taman atau menyukai hewan. Sambil membacakan buku cerita, Anda bisa menjelaskan bagaimana hewan juga tidur, misalnya burung membuat sarangnya untuk tidur.

7. People Smart (Kecerdasan interpersonal)

Anak dengan kecerdasan interpersonal sangat suka dengan permainan drama. Karena itulah, stimulus kecerdasannya dengan membawa alur cerita menjadi sebuah drama yang menyenangkan.

8. Self Smart (Kecerdasan anak intrapersonal)

Anak dengan kecerdasan intrapersonal cenderung lebih senang bermain sendiri dan mampu mengomunikasikan perasaan mereka. Saat membacakan buku, orang tua bisa mengajak anak menceritakan pengalamannya saat tidur, misalnya apakah suka berjalan sendiri, mendengkur atau mimpi indah. (Bunga Kusuma Dewi)

Baca : Orang Tua Jangan Membodohi atau Membohongi Anak

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *