Manfaat Pemberian ASI pada Bayi

Manfaat Pemberian ASI pada Bayi

Manfaat pemberian ASI eksklusif di jelaskan oleh Utami Roesli (2013), sebagai berikut:

a. ASI sebagai Nutrisi

ASI yang keluar dari setiap ibu secara spesifik disesuaikan untuk bayinya sendiri. ASI dari seseorang ibu yang mengalami premature, komposisinya akan berbeda dengan ASI yang di hasilkan dari ibu yang melahirkan bayi cukup bulan. Selain itu, komposisi ASI juga berbeda dari hari ke hari. ASI yang keluar pada saat kelahiran sampai hari ke-4 atau ke-7 (kolostrum) berbeda dengan ASI yang keluar dari hari ke-4/ke-7 sampai hari ke-10/ke-14 setelah kelahiran (ASI transisi). Komposisi ini akan berbeda lagi pada hari ke-14 setelah kelahiran dan seterusnya (ASI matang), bahkan terdapat pula perbedaan komposisi ASI dari menit ke menit (Roesli, 2013).

ASI memiliki komposisi gizi yang paling ideal dan seimbang guna memenuhi kebutuhan pertumbuhan neonatus. Dengan demikian, melalui manajemen dan penatalaksanaan yang benar, ASI akan cukup memenuhi kebutuhan pertumbuhan dan perkembangan bayi normal sampai usia 6 bulan (Roesli, 2013).

b. ASI meningkatkan daya tahan tubuh

Pada masa neonatus ASI akan berperan sebagai zat kebal yang melindungi bayi ketika kekebalan aktif bawaan menurun saat lahir. Bayi baru lahir secara alamiah mendapatkan immunoglobulin (zat kekebalan tubuh) dari ibunya melalui plasenta dan tali pusar. Namun akan cepat menurun segera setelah bayi lahir. Tubuh bayi akan memproduksi zat imunitas dalam jumlah banyak pada usia 9-12 bulan itulah beberapa manfaat pemberian asi. Perlindungan yang diberikan ASI ketika terjadi penurunan kadar kekebalan neonatus terjadi karena ASI adalah cairan hidup yang mengandung zat kekebalan yang akan melindungi neonatus dan bayi dari berbagai penyakit infeksi, bakteri, virus, parasit, dan jamur (Roesli, 2013).

c. ASI meningkatkan kecerdasaan

Manfaat Pemberian ASI eksklusif akan meningkatkan kecerdasan melalui pertumbuhan otak yang optimal. Hal ini terjadi karena ASI mengandung nutrien khusus yang diperlukan otak bayi untuk tumbuh secara cepat dan optimal. Nutrien khusus tersebut tidak terdapat atau hanya sedikit terdapat dalam susu sapi, seperti: taurin, laktosa, dan asam lemak ikatan panjang (AA, DHA, Omega 3, dan Omega 6). Memperhatikan hal tersebut, dapat dimengerti bahwa pertumbuhan otak bayi yang diberikan ASI eksklusif selama 6 bulan akan optimal dengan kualitas yang optimal (Roesli, 2013).
Hasil penelitian Gurnida (2008), menjelaskan bahwa suplementasi gangliosida dalam susu formula sebesar 530μg/100mL susu formula berpengaruh terhadap kadar gangliosida serum (bayi yang mendapat suplementasi versus tanpa suplementasi) dan berpengaruh pada fungsi perkembangan kognitif Intelligence Quotient (IQ) total melalui peningkatan IQ koordinasi tangan dan mata serta IQ performa.

d. Menyusui meningkatkan jalinan kasih sayang

Bayi yang sering berada dalam dekapan ibu karena menyusui akan merasakan kasih sayang ibunya. Dia juga akan merasa aman dan tentram, terutama karena masih dapat mendengar detak jantung ibunya yang telah dikenal sejak dalam kandungan. Perasaan terlindung dan di sayangi inilah yang akan menjadi dasar perkembangan emosi bayi dan membentuk kepribadian yang percaya diri dan dasar spiritual yang baik (Roesli, 2013).
Pendapat lain tentang manfaat ASI di sampaikan Dwi Sunar Prasetyono dalam buku “Buku Pintar ASI eksklusif” (2012), beberapa manfaat ASI bagi bayi adalah sebagai berikut:

  1. ASI merupakan makanan yang ideal bagi bayi.
  2. Para dokter menyepakati bahwa pemberian ASI dapat mengurangi resiko infeksi lambung dan usus, sembelit, serta alergi.
  3. Bayi yang diberi ASI lebih kebal terhadap penyakit ketimbang bayi yang tidak memperoleh ASI.
  4. Bayi yang diberi ASI mampu menghadapi efek penyakit kuning. Jumlah bilirubin dalam darah bayi banyak berkurang seiring diberikannya kolostrum yang dapat mengatasi kekuningan, asalkan bayi tersebut di berikan susu sesering mungkin dan tidak diberi pengganti ASI.
  5. Apabila sakit, ASI adalah makanan yang terbaik diberikan kepada bayi, karena ASI sangat mudah dicerna. Dengan mengkonsumsi ASI bayi semakin cepat sembuh.
  6. Bayi yang lahir prematur lebih cepat tumbuh jika diberi ASI. Komposisi ASI akan teradaptasi sesuai kebutuhan bayi. ASI bermanfaat untuk menaikan berat badan dan menumbuhkan sel otak pada bayi.
  7. Beberapa penyakit yang jarang menyerang bayi yang diberikan ASI antara lain: kolik, kematian bayi secara mendadak atau SIDS(Sudden Infant Death Syndrome), Chron’s Syndrome, dan Ulcerative Colitis.

Baca : Kandungan ASI Eksklusif

Literasi

Roesli, Utami, 2013, Mengenal ASI Eksklusif , PT Pustaka Pembangunan Swadaya Nusantara, Jakarta.

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *