Senyawa Kimia Pepaya dan Manfaat Getah Pepaya

Manfaat dan Nutrisi Buah Pepaya dan Manfaat Getah Pepaya

Pepaya (Carica papaya)

Secara taksonomi pepaya diklasifikasikan sebagai berikut:

Kingdom : plantae
Divisi : Spermatophyta
Sub divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledoneae
Ordo : Violales
Famili : Caricaceae
Genus : Carica
Spesies : Carica papaya L

a. Morfologi dan Manfaat Pepaya (Carica papaya)

Pepaya atau nama lainnya adalah Carica papaya, merupakan tumbuhan berbatang tegak, berbunga berwarna putih. Pepaya (Carica papaya) disebarkan oleh bangsa Spanyol ketika berjelajah ke Asia, tetapi pepaya merupakan tanaman asli dari Negara Meksiko Selatan. Sejak zaman dulu, tanaman pepaya (Carica papaya) sudah dimafaatkan sebagai obat, mulai dari akar, batang, biji, buah, daun, getah dan kulit buah (Budiana, 2013). Tanaman pepaya di Indonesia mempunyai berbagai macam nama lokal seperti Pertek (Gayo), Botik (Batak Toba), Bala (Nias), Sikailo (Mentawai), Kates (Palembang), Kalikih (Minangkabau), Gedang (Lampung), dan Gedang (Sunda) (Badan POM RI, 2008).
Pohon pepaya memiliki tinggi 3-10 meter dimana pepaya merupakan tumbuhan yang spesiesnya poligami sehingga sulit untuk menentukan apakah tanaman tersebut laki-laki perempuan atau hemaprodite. Bagian-bagian dari tanaman pepaya yang berupa buah, daun dan getah dapat digunakan secara medis dan buah pepaya dapat digunakan dalam pencegahan komplikasi diabetes melitus.
Buah pepaya mengandung serat yang dapat membantu apabila terjadi masalah-masalah pada pencernaan seperti gangguan lambung, wasir, susah buang air besar, serta membunuh bebarapa parasit yang terdapat di dalam saluran pencernaan. Kandungan vitamin A dan C yang tinggi dapat memperbaiki sistem kekebalan tubuh, serta antioksidan didalam pepaya dapat mencegah terjadinya oksidasi kolesterol dan menurunkan risiko terkena penyakit jantung dan stroke (Budiana, 2013).

b. Senyawa Kimia Pepaya (Carica papaya)

Buah pepaya kaya akan kandungan protein, mineral, vitamin, polisakarida, lectin, saponin, dan flavonoid. Akar tanaman pepaya memiliki kandungan karposid, dan enzim mirosin. Biji pepaya memiliki kandungan karpain, caricin, glikotropakolin, dan minyak papaya. (Krishna, 2008). Flavonoid, tanin, alkaloid, saponin, steroid, dan tritepnoid juga terdapat di dalam daun pepaya (Yusha’u, dkk., 2009).

c. Getah Buah Pepaya

Getah pepaya didapatkan dari hasil penyadapan pada buah pepaya. Getah buah pepaya yang dihasilkan akan memiliki warna putih seperti susu (Krishna, dkk., 2008). Penyadapan getah buah pepaya dilakukan pada buah pepaya yang masih muda tetapi tidak terlalu muda maupun tidak terlalu tua dikarenakan akan menghasilkan getah buah pepaya yang sedikit. Kandungan zat aktif yang berada pada getah buah pepaya akan bertambah banyak seiring dengan bertambahnya usia dari buah pepaya. Syarat agar dapat dilakukannya penyadapan getah buah pepaya yaitu penyadapan dilakukan pada pepaya yang berusia 2-3 bulan dikarenakan pada usia 2-3 bulan akan menghasilkan jumlah getah yang banyak dan memiliki kandungan zat aktif yang tinggi (Rukmana, 2012).
Penyadapan getah buah pepaya dilakukan pada pagi hari pukul 05.00 – 08.00 WIB atau sore hari menjelang matahari terbenam. Penyadapan yang dilakukan pada siang hari akan mengakibatkan getah menjadi kering akibat suhu udara yang tinggi dan paparan sinar matahari sehingga getah yang dihasilkan akan sedikit (Sobir, 2009). Getah pepaya memiliki kandungan lebih dari 50 asam amino, antara lain asam aspartat, treonin, serin, asam glutamat, prolin, alanin, valine, isoleusin, leusin, tirosin, fenilalanin, histidin, lisin, arginin, triptofan, dan sistein (Prabantini, 2013). Getah buah pepaya memiliki kandungan enzim papain 10%, kemopapain 45%, dan lisozim 20% (Koswara, 2010).
Getah buah pepaya memiliki beberapa manfaat yang telah digunakan dalam dunia medis yaitu sebagai antihelmintik (obat cacing), menghilangkan nyeri, mengurangi sakit perut dan untuk penggunaan topikal pada kulit yang terbakar (Krishna, dkk., 2008).

d. Kandungan Getah Pepaya

1) Papain
Papain adalah enzim protease yang dihasilkan dari getah pepaya (Carica papaya) yang berumur 2-3 bulan, dimana getah pepaya diperoleh dari penyadapan kulit buah pepaya muda (Carica papaya) dan getah akan mengalir keluar, enzim papain akan semakin baik apabila didapatkan dari getah buah pepaya yang muda. Enzim papain adalah salah satu enzim proteolitik yang penting dalam proses biologis, karena enzim papain dapat memecah peptida besar menjadi peptida kecil dan asam amino (Amri & Mamboya, 2012). Penelitian Arum, dkk., (2014) menyebutkan bahwa enzim papain memberikan pengaruh terhadap membran sel bakteri dengan cara mengakibatkan kebocoran. Enzim papain dapat berikatan dengan peptidoglikan yang merupakan protein penyusun dinding sel bakteri, sehingga enzim papain dapat mengakibatkan gangguan permeabilitas membran sel. Penelitian Pakki, dkk., (2009) menyatakan bahwa enzim papain memiliki daya hambat bakteri Streptococcus aureus dengan cara mencerna protein mikroorganisme dan memiliki protease residu sulfida yang berkerja atau aktif pada dinding sel bakteri dan membran sitoplasma bakteri.
Pemanfaatan enzim papain di bidang kedokteran gigi yang lain adalah dapat digunakan sebagai bahan yang dapat mempermudah dalam membuang jaringan karies pada gigi. Papain hanya memiliki efek terhadap jaringan yang terinfeksi, disebabkan karena jaringan yang terinfeksi kekurangan anti protease plasma sehingga papain dapat menembus molekul kolagen yang terdegradasi (Bussadori, 2005).

2) Kimopapain
Kimopapain merupakan enzim yang paling banyak terdapat dalam getah buah pepaya yaitu sebanyak 45%. Kimopapain memiliki ketahanan terhadap asam yang tinggi bahkan stabil pada pH 2, serta memiliki daya tahan panas yang lebih besar. Kimopapain memiliki cara kerja yang mirip dengan enzim papain yaitu memecah peptida memjadi dipeptida dan polipeptida (Koswara, 2007). Kimopapain mempunyai fungsi untuk mengurangi peradangan, membantu penyembuhan luka bakar. dan kimopapain dahulu digunakan menjadi obat untuk terapi sendi (Aravind, dkk., 2013).

3) Lisozim
Lisozim merupakan salah satu kandungan yang terdapat dalam getah buah pepaya. Lisozim merupakan suatu peptidoglikan N-acetylmuramoylhydrolase yang sering dihubungkan dengan nama muramidase. Lisozim merupakan enzim kecil yang memiliki aktifitas antibakteri dengan menyerang dinding sel bakteri, sehingga dapat melisiskan bakteri (Goodsell, 2000). Menurut Murray, dkk., (2009) menyatakan lisozim menghidrolisis ikatan antara asam N-asetilmumarat dan N-asetil-glukosamin yang terdapat di dinding sel bakteri tertentu.

Baca : Ekstraksi Jahe Merah dan Efek Farmakologis

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *