Mengapa Pada Masa Lansia Merasakan Nyeri

Mengapa Pada Masa Lansia Merasakan Nyeri

Menurut Depkes RI, lanjut usia (lansia) merupakan istilah yang menunjuk pada kelompok manusia yang berumur di atas 55 tahun (Astuti, 2007). Pertambahan usia manusia sejalan dengan peningkatan morbiditas nyeri (Leloetal., 2004).

Fleksibilitas sendi menurun pada usia lanjut dikarenakan terjadi suatu proses degeneratif sehingga terjadi perubahan pada persendian, jaringan ikat dan tulang rawan pada lanjut usia (Primana, 2003) . Persendian pada usia lanjut mengalami peradangan dan menimbulkan rasa sakit, cairan synovial mengental dan kartilago hialin berdegenerasi. Perubahan-perubahan inilah yang dapat mempengaruhi rentang gerak dan cara berjalan pada lansia (Ester, 1998).

Pada umumnya penyakit pada tubuh menimbulkan rasa nyeri (Hall, 2007). Nyeri merupakan suatu fenomena yang kompleks melibatkan komponen neurofisiologis dan psikologis (Lasagna, 1986).

Nyeri pada lansia sangat berbeda dengan yang dijumpai pada dewasa muda. Banyak penderita lansia memiliki lebih dari satu macam penyebab nyeri, antara lain : arthritis, polimialgia, Pagets disease, neuropati, penyakit pembuluh darah perifer dan jantung serta proses keganasan (Lelo , et al., 2004).

Reseptor rasa nyeri merupakan ujung saraf bebas yang terdapat di kulit dan jaringan lain, misalnya periosteum, dinding arteri, permukaan sendi, dan falks serta tentorium tempurung kepala (Hall, 2007).Selama nyeri tersebut berlangsung, tubuh melepaskan berbagai mediator, seperti serotonin, histamin, bradikinin, leukotrien, dan prostaglandin (Arbie, 2003).

Proses fisiologi terjadinya stimulus cedera jaringan dan pengalaman subjektif nyeri, sebagai berikut (Price, 2006):

  1. Transduksi nyeri adalah proses rangsangan yang mengganggu sehingga menimbulkan aktivitas listrik di reseptor nyeri.
  2. Transmisi nyeri melibatkan proses penyaluran impuls nyeri dari tempat transduksi melewati saraf perifer sampai ke terminal medulla spinalis dan jaringan neuron-neuron pemancar yang naik dari medulla spinalis ke otak.
  3. Modulasi nyeri melibatkan aktivitas saraf melalui jalur-jalur saraf desendens dari otak yang dapat mempengaruhi transmisi nyeri setinggi medulla spinalis. Modulasi juga melibatkan faktor-faktor kimiawi yang menimbulkan atau meningkatkan aktivitas direseptor nyeri aferen primer.
  4. Persepsi nyeri adalah pengalaman subjektif nyeri yang bagaimanapun juga dihasilkan oleh aktivitas transmisi nyeri oleh saraf.

Saat ini terdapat 6 metoda untuk menilai rasa nyeri atau pengurangan rasa nyeri yang relevan untuk digunakan dalam penelitian obat obatan antireumatik yaitu : visual analogue scale, likert scale, numerical rating scale, graphic rating scale, continuous chromatic analogue scale and pain faces scales (Daud, 2009). Salah satu metode untuk menilai rasa nyeri yang relevan untuk digunakan dalam penelitian obat-obatan anti reumatik adalah visual analogue scale (VAS) (Daud, 2009). VAS merupakan garis sepanjang 10cm yang dianggap menggambarkan kontinum dari rasa nyeri. Kedua ujung garis tersebut ditentukan sebagai ekstrim rasa nyeri yang berupa tidak nyeri sama sekali dan nyeri yang amat sangat. Pasien menentukan suatu titik pada garis tersebut dan sesuai dengan rasa nyeri yang dirasakannya. Jarak antara tidak nyeri sama sekali dan titik yang dibuat pasien dianggap merupakan beratnya rasa nyeri. Walaupun VAS merupakan skala penentuan yang bersifat subjektif, VAS telah banyak diselidiki dan dianggap sebagai salah satu metoda yang paling akurat untuk mengukur rasa nyeri. Content validity dari VAS telah diketahui sebagai memenuhi syarat (Daud, 2009).

Menurut Potter & Perry (2005), skala penilaian Numerik (NumericalRating Scale, NRS) lebih digunakan sebagai pengganti alat pendeskripsi kata.

Dalam hal ini, penilaian nyeri dengan menggunakan skala 0-10. Skala paling efektif digunakan saat mengkaji intensitas sebelum dan setelah intervensi terapeutik. Apabila digunakan skala untuk menilai nyeri maka direkomendasikan patokan 10cm.

Baca : Khasiat Jahe Untuk Kesehatan, Kandungan, Manfaat dan Hasil Olahan

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *