Definisi Kolagen dan Tipe Kolagen

Definisi Kolagen dan Tipe Kolagen

Definisi kolagen

Kolagen merupakan senyawa protein yang mempengaruhi integritas struktur sel disemua jaringan ikat seperti pada tulang rawan, matriks tulang, dentin gigi, membran kapiler, kulit, dan tendon. Kolagen memiliki kemampuan hemostasis, interaksi dengan trombosit, interaksi dengan fibronektin, meningkatkan eksudasi cairan, meningkatkan komponen seluler, meningkatkan faktor pertumbuhan, dan memacu proses proliferasi epidermis (Novriansyah, 2008). berikut tipe kolagen menurut fawcet.

Tipe kolagen

Menurut Fawcett (2002), terdapat dua belas tipe kolagen yaitu :

  1. Kolagen yang terdapat di dalam dermis, tulang, tendon, dan fasia. Serabut melintang dengan diameter 50-90 nm, bergenerasi membentuk serat dan berkas kolagen dengan berbagai ukuran. Seratnya fleksibel namun tahan terhadap regangan.
  2. Kolagen yang terdapat pada tulang rawan hialin dan elastis berupa serabut sangat halus terbenang dalam banyak substansi dasar.
  3. Kolagen yang terdapat pada jaringan ikat longgar, dinding pembuluh darah, stroma berbagai kelenjar limpa ginjal dan uterus. Kolagen ini membentuk serat argilofilik yang secara tradisional disebut serat retikuler.
  4. Kolagen yang mempunyai bentuk khusus yang terbatas pada lamina basal epitel bersama laminin dan proteoglikan heparan sulfat. Kolagen ini membentuk jaringan rapat filamen halus, yang merupakan penyongkong fisik dari epitel, dan sawar filtrasi selektif bagi makrolekuler.
  5. Jenis kolagen yang tersebar luas tetapi hanya dalam jumlah kecil. Jaringan ini berhubungan dengan lamina eksterna serat otot polos.
  6. Kolagen yang hanya terdapat dalam jumlah kecil. Jumlahnya kurang dari 0,5% kolagen total. Terletak didalam ginjal, hati, dan uterus dengan molekul rantai pendek yang terdiri dari segmen tripel helik dengan panjang 100 nm.
  7. Kolagen dengan panjang 800 nm. Kolagen tipe ini berhubungan dengan lamina basal yang banyak epitel, namun paling banyak pada batas epidermis kulit.
  8. Kolagen yang ditemukan sebagai produk sekresi sel endotel in vitro. Kolagen ini merupakan komponen utama lamina basal atipis.
  9. Kolagen yang terdapat dalam tulang rawan. Kolagen tipe ini membantu mempertahankan susunan tiga dimensi dari serat kolagen tipe II dalam matriks dengan fungsi sebagai pengikat pada tempat pertemuan.
  10. Kolagen yang terdapat pada tulang rawan dan ditemukan dalam matriks tepat mengelilingi kondrosit hipertrofik yang terlibat dalam pembentukan tulang endokondral. Berperan dalam mengawali kalsifikasi dari matriks.
  11. Kolagen yang berhubungan dengan kolagen tipe II dalam tulang rawan.
  12. Kolagen tipe ditemukan dalam skrining cDNA, fibroblas, dan tendon, ada sedikit persamaan dengan tipe IX.

Baca : 5 Manfaat Ayam Collagen Kesehatan Tubuh Kita

Serat kolagen

Serat kolagen terdapat di semua jenis jaringan ikat. Pada sediaan tidak dipulas, mereka berupa benang-benang tidak berwarna diameter 0,5-10 nm dengan panjang tidak terbatas. Pada sediaan histologi, serat asidofilik terpulas merah muda dengan eosin, biru dengan pulasan trikrom Mallory, dan hijau trikrom Masson. Serat ini tidak bercabang dalam jaringan ikat longgar, dan tampak terorientasi secara acak. Bila serat tidak direnggangkan, maka serat akan bergelombang. Pada serat yang lebih besar tampak samar-samar garis memanjang yangmenandakan bahwa serat itu adalah bekas serat-serat yang lebih halus (Fawcett, 2002).

Kolagen dalam penyembuhan luka

Kolagen merupakan bagian utama jaringan ikat yang diperlukan pada proses pembentukan jaringan parut dan penyembuhan luka kolagen akan mengalami pergantian terus-menerus. Kolagenase yang terdapat dalam berbagai jenis sel termasuk fibroblas, makrofag, dan neutrofil akan memecah kolagen menjadi fragmen-fragmen.

Degenerasi dari kolagen-kolagen ini membantu membersihkan daerah jejas dan pada remodeling atau pembentukan kembali jaringan ikat yang diperlukan untuk proses penyembuhan (Robins, 2002). Kolagen juga merupakan agen hemostatik atau agen pertahanan pendarahan yang merupakan aksi pertama dalam penyembuhan luka (Novriansyah, 2008). Pada fase proliferasi kolagen memberikan kekuatan dan integritas struktural pada luka. Luka berkontraksi untuk membentuk permukaan kulit (Perry & Potter, 2006), selanjutnya pada proses remodeling, kekuatan serat kolagen bertambah karena ikatan intramolekul dan antarmolekul menguat sehingga terlihat pengerutan maksimal pada luka (Sjamsuhidajat dkk., 2012).

 

Tag: , , ,


Leave a Reply

87 − 77 =