Khasiat Jahe Untuk Kesehatan, Kandungan, Manfaat dan Hasil Olahan

Khasiat Jahe Untuk Kesehatan, Kandungan, Manfaat dan Hasil Olahan

Diskripsi Tanaman Jahe

Zingiber Officinale atau lebih dikenal sebagai jahe merupakan salah satu herbal yang paling banyak digunakan. Zingiber officinale merupakan tumbuhan dari suku Zingiberaceae yang terdiri lebih dari 1200 spesies tanaman dalam 53 genera. Zingiber officinale merupakan tanaman dengan beberapa kandungan gizi di dalamnya dan sangat bermanfaat khasiat jahe untuk kesehatan. Jahe mempunyai kegunaan yang bervariasi antara lain sebagai rempah-rempah, aroma dan obat herbal (Kumar, 2011).

 

Kandungan Kimia Jahe

Penyusun utama dari jahe segar adalah senyawa homolog fenolik keton yang dikenal sebagai gingerol. Gingerol sangat tidak stabil dengan adanya panas dan pada suhu tinggi akan berubah menjadi shogaol. Shogaol lebih pedas dan tajam dibandingkan gingerol. Shogaol merupakan penyusun utama pada jahe kering (Mishra et al., 2009).

Jahe kering mengandung minyak esensial atau atsiri 1%-3%, oleoresin 5%-10%, pati 50%-55%, kadar air 7%-12% dan jumlah kecil protein, serat, lemak dan abu (Eze dan Gabo, 2011). Kandungan minyak atsiri 1%-3% merupakan faktor yang mempengaruhi aroma jahe. Jahe segar kadar airnya 94%, 17% nya mengandung gingerol 21,15 mg/g (Ali et al., 2008). Zingiber officinalis mengandung karbohidrat, lemak, serat dan energi dengan persentase yang tinggi (Hussain, 2010).

 

 

Manfaat Jahe dan Khasiat Jahe Untuk Kesehatan

Struktur kimia jahe mengandung senyawa seperti oleoresin, geranial, neral, b-fellandren, sineol, borneol, bisabolen, zingiberene, gingerol, shogaol, diterpenes, lypids, protein, pati dan vitamin. Tanaman ini dilaporkan memiliki efek anti inflamasi, antimikroba, anti kanker, anti diabetes, anti lipidemik dan antiemetik. Selama lebih dari 2.500 tahun, rimpang jahe (Zingiber officinale) telah digunakan untuk mengobati gangguan pencernaan, serta nyeri sendi dan otot (Alparslan and Ozkarman, 2012).

Berdasarkan review artikel dari beberapa peneliti yang dilakukan oleh Banerjee (2011) manfaat jahe adalah sebagai berikut: berpengaruh terhadap sistem kardiovaskular yaitu membantu untuk mengurangi tekanan darah dan beban kerja jantung, memberikan bantuan terhadap serangan sakit kepala, mengurangi mual dan muntah, antiinflamasi, menghambat pertumbuhan bakteri,menekan pertumbuhan

sel-sel kanker pada usus besar dan masih banyak manfaat lain dari jahe. Kandungan air dan minyak tidak menguap pada jahe berfungsi sebagai enhancer yang dapat meningkatkan permeabilitas oleoresin. Menembus kulit tanpa menyebabkan iritasi atau kerusakan hingga ke sirkulasi perifer (Swarbrick dan Boylan, 2002).

 

Hasil Olahan Jahe

Jahe dapat dibuat berbagai produk yang bermanfaat dalam menunjang industri obat tradisional, farmasi, kosmetik, makanan atau minuman. Salah satu hasil olahan jahe adalah minyak atsiri atau essential oil (Mucklas dan Slameto, 2008). Minyak atsiri banyak digunakan di berbagai industri, seperti industri parfum, kosmetik, essence, farmasi dan flavoring agent. Bahkan saat ini dikembangkan penyembuhan penyakit. Dengan aromaterapi dan kasitat jahe untuk kesehatan, yaitu dengan menggunakan minyak atsiri yang berasal dari tanaman. Minyak atsiri yang disuling dari jahe berwarna bening sampai kuning tua bila bahan yang digunakan cukup kering. Lama penyulingan dapat berlangsung sekitar 10–15 jam, agar minyak dapat tersuling semua. Kadar minyak atsiri dari jahe sekitar 1,5%–3%.

 

Khasiat Jahe Untuk Kesehatan dengan Penggunaan Aromaterapi Jahe

Berdasarkan sejarah, dasar aromaterapi dan aromatologi tak terpisahkan dengan pengembangan tanaman obat dan obat-obatan modern. Aromaterapi adalah istilah yang diciptakan pada tahun 1920 oleh seorang ahli kimia Perancis bernama Gattefosse, namun kemudian terapi minyak esensial dipisahkan dari dengan nama fitoterapi. Saat itu tidak ada masalah dalam menggunakan minyak esensial sehari-hari secara eksternal, internal, atau diencerkan. Bahkan sejak saat itu, di Perancis, praktek dari semua metode menggunakan minyak esensial berefek positif. Di Perancis, minyak esensial dikelola secara internal oleh dokter medis dan fitoterapis sebagai metode yang sangat efektif untuk mengobati gangguan pencernaan dan dari sistem ekskretoris. Aplikasi topikal (bukan pijat), inhalasi dan kompres adalah metode yang paling umum digunakan dipraktekkan di Perancis. Aromaterapis menggunakan minyak esensial (sari tumbuhan alami) untuk meningkatkan kesehatan fisik dan kesejahteraan emosional klien. Aromaterapi didasarkan pada prinsip bahwa minyak esensial memiliki sifat terapetik yang dapat digunakan untuk meningkatkan kesehatan dan mencegah penyakit (Lee, 2013).

Baca : Kandungan, Manfaat dan Klasifikasi Daun Mint

 

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *