Kapan Anak Dibekali Fasilitas Smartphone

Kapan Anak Dibekali Fasilitas Smartphone

Kehadiran teknologi digital dalam aneka bentuk gawai (telepon pintar, tablet, laptop, plyastation, televisi dan lain-lain) di tengah kehidupan kita sekarang, memunculkan pertanyaan: kapankah anak dibekali fasilitas smartphone? Apa bahayanya?

Psikolog dan ahli terapi hypno, Rustika Thamrin, saat Seminar Parenting dengan tema Parenting Our Child In Gadget Era di kampus pendidikan Global Sevilla, Puri Indah, Kembangan, Jakarta Barat, Kamis, 25 Februari 2016, menghimbau para orang tua agar tidak memberikan gawai (gadget), seperti smartphone, playstation atau televisi di kamarnya sebelum usia 5 tahun.

“Bayi umur lima tahun ke bawah belum punya kebutuhan memakai smartphone. Mari kita minimalisir kemungkinan anak menggunakan smartphone, “ kata psikolog yang aktif di Brawijaya Women & Children Hospital, Jakarta ini.

Dikatakan Rustika, anak usia 0-5 tahun merupakan masa perkembangan fisik dan psikis, termasuk perkembangan motorik. Karena itu, di usia lima tahun pertama kehidupannya tersebut, orang tua sebaiknya memfasilitasi anak dengan kegiatan-kegiatan yang menuntut banyak gerak fisik, seperti melompat, berlari, memanjat, dan lain sebagainya. “Kenalkan juga secara dini pada keterampilan menggambar, bermain musik atau berolahraga lainnya, “ujarnya.

Rustika menganjurkan pada orang tua yang masih mempunyai anak usia di bawah lima tahun untuk menciptakan tata ruang rumah yang lega, yang membuat anak leluasa berlari-lari, melompat, atau aktifitas fisik lainnya. “Lupakan dulu interior rumah dengan aneka kristal atau perabotan yang rentan jatuh atau tertabrak anak,“ katanya.

Orang tua juga perlu menyesuaikan diri. Mereka harus memberikan waktu yang cukup untuk anak-anak berkomunikasi, bercengkerama atau sekadar bercanda dan bermain. Ia juga menganjurkan agar pihak sekolah, terutama sekolah tingkat playgroup, Taman Kanak-kanak sampai Sekolah Dasar untuk melarang peserta didik membawa telepon pintar  ke sekolah jadi kapan anak dibekali fasilitas smartphone.

Namun, Rustika memahami, anak usia SD sering merajuk ke orang- tuanya untuk diberikan telepon genggam, karena ia melihat teman-temannya. “Susah juga sih kalau lingkungannya seperti itu, karena pengasuhan anak itu tak bisa menghindari lingkungan sosial sekitarnya. Anjuran saya, sebaiknya, ibu atau bapak menciptakan komunitas yang satu pemikiran dan prinsip soal mendidik anak, termasuk soal kapan sih anak layak diberi telepon genggam.” * (Yanuar Jatnika)

Baca juga : Mengasuh Anak Jangan Menggunakan Emosi

 

Tag: , , , , ,


Leave a Reply

3 + 4 =