Kandungan Rokok

Kandungan Rokok

Dalam satu batang rokok yang dibakar akan mengeluarkan sekitar 7000 bahan kimia seperti nikotin, gas karbon monoksida, nitrogen oksida, hydrogen cyanide, ammonia, acrolein,acetilen, benzaldehyde, urethane, benzene, methanol, coumarin,4-ethylcatechol, ortocresol, perylene dan lain-lain (How Tobacco Smoke, 2010). Kandungan Rokok memiliki 3 bahan utama yaitu nikotin, tar, karbon monoksida (Depkes, 2006).

Nikotin adalah suatu bahan adiktif, bahan yang dapat membuat seseorang menjadi kecanduan dan menimbulkan ketergantungan (Aditama, 1992). Nikotin dapat berfungsi sebagai zat stimulant dan depresan (Semiun, 2001). Nikotin dalam tembakau bersifat merangsang jantung dan sistem saraf (UNICEF, 2004). Nikotin bersifat toksis terhadap jaringan syaraf, juga menyebabkan peningkatan tekanan darah sistolik dan diastolik. Peningkatan tekanan darah terjadi karena denyut jantung bertambah, kontraksi otot jantung seperti dipaksa, pemakaian oksigen bertambah, aliran darah pada pembuluh darah koroner bertambah dan vasokontriksi pembuluh darah perifer (Sitopoe, 2000). Gas karbon monoksida yang dihisap menurunkan kapasitas sel darah merah untuk mengangkut oksigen, sehingga sel-sel tubuh akan mati. Di tubuh perokok, tempat untuk oksigen diduduki oleh karbon monoksida, karena kemampuan darah 200 kali lebih besar untuk mengikat karbon monoksida daripada oksigen. Akibatnya, otak, jantung dan organ-organ vital tubuh lainnya akan kekurangan oksigen (Depkes, 2006).

Tar merupakan sejenis cairan kental berwarna coklat tua atau hitam yang merupakan substansi hidrokarbon yang bersifat lengket dan menempel pada paruparu (Gondodiputro, 2007). Tar adalah kumpulan dari ratusan bahkan ribuan bahan kimia dalam komponen padat asap rokok setelah dikurangi nikotin dan air (Aditama, 1992). Dalam tar dijumpai bahan-bahan karsinogenik seperti polisiklik hidrokarbon aromatis yang bisa menyebabkan kanker paru (Sitepoe,2000). Selain ketiga bahan utama rokok yang sangat berbahaya, dalam setiap hembusan asap rokok terdapat lebih dari 1015 radikal bebas. Radikal bebas ini sangat berpotensi menimbulkan terjadinyanya sitotoksik (Pryor dan Stone, 1993).

Merokok adalah membakar tembakau yang kemudian diisap asapnya, baik menggunakan rokok maupun menggunakan pipa. Temperatur pada sebatang rokok yang tengah dibakar adalah 900 0C untuk ujung rokok yang dibakar dan 30 0C untuk ujung rokok yang terselip di antara bibir perokok. Asap rokok yang diisap atau asap rokok yang dihirup melalui dua komponen yang lekas menguap berbentuk gas dan komponen yang yang bersama gas terkondensasi menjadi partikel. Dengan demikian, asap rokok yang diisap dapat berupa gas sejumlah 85% dan sisanya berupa partikel (Sitepoe, 2000).

Asap rokok yang diisap melalui mulut disebut mainstream smoke, sedangkan asap rokok yang terbentuk pada hujung rokok yang terbakar serta asap rokok yang dihembuskan ke udara oleh perokok disebut sidestream smoke. Sidestream smoke menyebabkan seseorang menjadi perokok pasif. Asap rokok mainstream mengandung 4000 jenis bahan kimia berbahaya dalam rokok dengan berbagai mekanisme kerja terhadap tubuh. Dibedakan atas fase partikel dan fase gas. Fase partikel terdiri daripada nikotin, nitrosamine, N nitrosonorktokin, poliskiklik hidrokarbon, logam berat dan karsinogenik amin. Sedangkan fase yang dapat menguap atau seperti gas adalah karbonmonoksid, karbondioksid, benzene, amonia, formaldehid,hidrosianida dan lain-lain (Sitepoe, 2000).

Beberapa bahan kimia yang terdapat di dalam rokok dan mampu memberikan efek yang mengganggu kesehatan antara lain nikotin, tar, gas karbon monoksida dan berbagai logam berat seseorang akan terganggu kesehatan bila merokok secara terus menerus. Hal ini disebabkan adanya nikotin di dalam asap rokok yang diisap. Nikotin bersifat adiktif sehingga bisa menyebabkan seseorang menghisap rokok secara terus-menerus. sebagai contoh, seseorang yang menghisap rokok sebanyak sepuluh kali isapan dan menghabiskan 20 batang rokok sehari, berarti jumlah isapan rokok per tahun mencapai 70.000 kali. Nikotin bersifat toksis terhadap jaringan syaraf juga menyebabkan tekanan darah sistolik dan diastolik. Denyut jantung bertambah, kontraksi otot jantung seperti dipaksa, pemakaian oksigen bertambah, aliran darah pada pembuluh darah koroner bertambah dan vasokontriksi pembuluh darah perifer. Nikotin meningkatkan kadar gula darah, kadar asam lemak bebas, kolestrol LDL dan meningkatkan agresi sel pembekuan darah (Sitepoe, 2000).

Tar mempunyai bahan kimia yang beracun yang bisa menyebabkan kerusakan pada sel paru-paru dan menyebabkan kanker. Rokok juga mengandung gas karbon monoksida (CO) yang bisa membuat berkurangnya kemampuan darah untuk membawa oksigen. Gas ini bersifat toksis yang bertentangan dengan gas oksigen dalam transport hemoglobin (Sitepoe, 2000).

Baca : Definisi Kolagen dan Tipe Kolagen

Kandungan Rokok yang Bersifat Merusak

Sebagaimana disebutkan di atas, kandungan rokok yang bersifat merusak tubuh amat banyak. Beberapa senyawa yang terkandung dalam rokok di bawah ini adalah contohnya.

  • Karbon monoksida

Salah satu kandungan rokok yang merupakan gas beracun adalah karbon monoksida. Senyawa yang satu ini merupakan gas yang tidak memiliki rasa dan bau. Akibat sifat alami senyawa tersebut, tubuh menjadi kesulitan untuk membedakan karbon monoksida dan oksigen. Akibatnya sel-sel darah merah akan lebih banyak berikatan dengan karbon monoksida dibanding dengan oksigen.

Jika senyawa ini terhirup, maka fungsi otot dan jantung akan menurun. Hal ini akan menyebabkan kelelahan, lemas, dan pusing. Dalam skala besar, seseorang yang menghirupnya bisa jatuh ke dalam koma atau bahkan kematian. Kondisi janin, seseorang yang memiliki gangguan jantung, dan mereka yang punya penyakit paru-paru merupakan pihak yang paling rentan terhadap racun ini.

  • Hidrogen sianida

Senyawa racun lainnya yang menjadi bahan penyusun rokok adalah hidrogen sianida. Beberapa negara pernah memakai senyawa ini untuk menghukum mati narapidana. Saat ini, hidrogen sianida digunakan pada industri plastik akrilik, resin, dan sering dipakai sebagai bahan pembuat asap pembasmi hama. Efek dari senyawa ini dapat melemahkan paru-paru, menyebabkan kelelahan, sakit kepala, dan mual.

  • Nikotin

Kandungan rokok yang paling sering disinggung-singgung adalah nikotin. Waspada, senyawa ini merupakan alkaloid yang memiliki efek candu lebih kuat daripada morfin. Nikotin berfungsi sebagai perantara dalam sistem saraf otak yang menyebabkan berbagai reaksi biokimia, termasuk efek menyenangkan dan menenangkan bagi perokok.

Nikotin yang telah diserap perokok akan masuk ke aliran darah untuk kemudian merangsang kerja kelenjar adrenalin. Hal ini menyebabkan hormon adrenalin diproduksi lebih banyak sehingga menyebabkan peningkatan tekanan darah, denyut jantung, dan pernapasan. Efek yang mungkin muncul akibat paparan nikotin adalah muntah, kejang, depresi pada sistem saraf pusat, dan terhambatnya pertumbuhan.

  • Akrolein

Kandungan rokok yang biasa digunakan untuk membunuh hama tanaman dan resin poliester adalah akrolein. Senyawa ini sangat beracun dan bisa menyebabkan iritasi pada mata serta saluran pernapasan bagian atas. Tidak heran jika akrolein biasa digunakan sebagai bahan penyusun gas air mata.

  • Tar

Satu kandungan rokok lainnya yang terdiri dari beberapa bahan kimia karsinogenik adalah tar. Tar yang terhirup oleh perokok akan mengendap di paru-paru, sekitar 70 persen banyaknya. Tar yang bermukim di paru-paru ini kemungkinan besar bisa menyebabkan seorang perokok menderita kanker paru-paru, emfisema, atau penyakit bronkial.

 

  • Oksida nitrat

Kandungan rokok yang juga penyebab utama dari kabut asap dan hujan asam adalah oksida nitrat. Senyawa ini biasanya timbul akibat pembakaran dengan memakai bensin sebagai bahan bakar. Para ahli mengatakan bahwa oksida nitrat merupakan senyawa yang meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit Alzheimer, Parkinson, penyakit Huntington, dan asma.

  • Asetaldehida

Bahan karsinogen lain yang dihasilkan rokok adalah asetildehida. Sejatinya, bahan kimia ini biasa dipakai dalam industri resin dan lem.  Bahan ini memiliki potensi mempermudah penyerapan bahan kimia berbahaya lainnya dalam saluran bronkus.

  • Kromium

Senyawa lain yang dihasilkan rokok yang terkait dengan kanker paru-paru adalah kromium. Kromium sendiri merupakan zat yang biasa digunakan untuk mengawetkan kayu, pelapis logam, atau paduan keduanya. Selain perokok, para pekerja las juga memiliki risiko besar terpapar senyawa ini.

  • Benzoapirena

Kandungan rokok berupa bahan kimia yang juga akrab ditemukan di hasil sisa penyaringan aspal dan batubara adalah benzoapirena. Bahan ini kemungkinan besar terkait dengan kanker paru-paru dan kanker kulit. Selain kanker di atas, senyawa ini juga berpotensi merusak tingkat kesuburan seorang perokok, pria maupun wanita.

Baca : Candida Albicans

Radikal Bebas

Radikal bebas adalah atom atau molekul yang memiliki satu atau lebih tom tak berpasangan. Radikal bebas tidak bermuatan positif maupun negatif serta bersifat sangat reaktif karena adanya elektron tidak berpasangan(Fessenden dan Fessenden, 1997). Radikal bebas berada di dalam tubuh akibat proses aerobik dengan bentuk yang berbeda-beda, seperti superoksid, hidroksil, hidroperoksil, peroksil, dan alkosil radikal (Teow et al., 2006).

Mekanisme mulai terbentuknya radikal bebas dipengaruhi oleh berbagai faktor, faktor endogen (autooksidasi, oksidasi enzimatik, respiratory burst) dan eksogen (obat-obatan, rokok, radiasi). Kedua faktor tersebut menyebabkan terjadinya peroksidasi lipid membran dan sitosol yang mengakibatkan terjadinya serangkaian reduksi asam lemak sehingga terjadi kerusakan membran dan organel sel (Sudarto, etal., 2002).

Peroksidasi lipid merupakan reaksi berantai yang memberikan pasokan radikal bebas secara terus-menerus yang menginisiasi peroksidasi lebih lanjut.

Peroksidasi lipid tidak hanya bertanggung jawab pada kerusakan makanan tetapi juga menyebabkan kerusakan jaringan in vivo karena dapat menyebabkan berbagai penyakit seperti kanker, penyakit inflamasi, aterosklerosis dan penuaan.Efek tersebut disebabkan oleh produksi radikal bebas (ROO, RO, OH) pada proses pembentukan peroksida dari asam lemak (Botham dan Mayes, 2009).

 

Tag: , , ,


Leave a Reply

32 + = 41