Sejarah Manfaat dan Kandungan Buah Pir

Sejarah Buah Pir Manfaat Kandungan Buah Pir

a) Sejarah Buah Pir

Buah pir termasuk dalam genus pyrus dan famili rosaceae. Seperti halnya buah apel, buah pir termasuk juicy fruit, karena kandungan airnya yang sangat tinggi. Terdapat 30 jenis tanaman pir, tapi hanya 3 jenis yang biasa dibudidayakan, yaitu: pyrus communis (pir Eropa), pyrus bretschneideri (ya pir), pyrus pyrifoloa (nashipir).

Buah ini mempunyai berat rata-rata 160 gram dengan panjang 18 cm dan lebar 8 cm

b) Klasifikasi Pir

Pir termasuk dalam family Rosaceace. Menurut sistematikanya, tanaman pir diklasifikasikan sebagai berikut (Charles, 2006) :

Kerajaan : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Rosales
Famili : Rosaceae
Upafamili : Maloideae
Genus : Pyrus

c) Kandungan Buah Pir

Buah pir tergolong tanaman yang mempunyai nilai gizi yang cukup baik, di antaranya adalah kalium, serat pangan, vitamin C, vitamin K, dan tembaga. Satu buah pir memenuhi 19,8 persen kebutuhan tubuh akan serat pangan setiap hari.Selain untuk menurunkan kadar kolestrol, kandungan serat pangan pada buah pir berguna dalam sistem pencernaan.

Kandungan serat dan tembaga buah pir dapat mencegah terjadinya kanker kolon. Serat yang tinggi juga berguna bagi penderita diabetes.Buah pir merupakan sumber vitamin C yang berguna mulai dari pembuatan kolagen, pengangkut lemak, pemacu gusi yang sehat, pengatur tingkat kolestrol sampai penyembuhan luka dan meningkatkan fungsi otak agar dapat bekerja maksimal (Hakimah, 2010)

Kandungan vitamin K pada buah pir juga cukup baik dan mengandung 15 persen vitamin K yang memenuhi kebutuhan tubuh.

Vitamin K berguna untuk membantu proses pembekuan darah dan mempunyai potensi mencegah penyakit jantung dan stroke (Kinanti, 2010).

Secara umum kandungan gizi pada buah pir adalah energi, protein, lemak, karbohidrat, serat pangan gula, kalsium, besi, magnesium, fosfor, kalium, natrium, seng, tembaga, folat, serta vitamin (C,B6, A, E dan K) (Hakimah, 2010)

d) Manfaat Buah Pir

Manfaat buah pir yaitu mengendalikan tekanan darah, mencegah penyakit jantung, mengurangi pengerasan pembuluh darah, mencegah tulang dari proses ostheoporosis, mengobati kanker tanpa membahayakan sel-sel sehat, mencegah penyakit alzheimer dan sitokin, mengeliminasi radikal superoksida dan mencegah penuaan dini (Hakimah, 2010)

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *