Kandungan ASI Eksklusif

Kandungan ASI Eksklusif

a. Pengertian ASI

ASI adalah susu yang diproduksi seorang ibu untuk konsumsi bayi dan merupakan sumber gizi utama bayi yang belum bisa mencerna makanan padat. ASI eksklusif diproduksi di dalam alveoli karena pengaruh hormon prolactin dan axytocin setelah kelahiran bayi. ASI tersebut dapat mengalir masuk berkat kerja otot-otot halus yang mengelilingi alveoli. Air susu kemudian mengalir ke saluran yang lebih besar yang selanjutnya masuk ke dalam jaringan penyimpanan air susu yang terletak tepat dibawah areola. Jaringan ini berfungsi saperti bak penampung air susu sementara, sampai saatnya tiba menghisapannya, melalui celah pada puting susu (Nirwana, 2014).

b. ASI Eksklusif

ASI eksklusif atau pemberian ASI secara eksklusif adalah bayi yang hanya diberi ASI saja, tanpa tambahan cairan lain seperti susu formula, jeruk, madu, air teh, air putih dan tanpa tambahan makanan padat seperti pisang, pepaya, bubur susu, biskuit, bubur nasi, dan tim. Pemberian ASI secara eksklusif ini dianjurkan untuk jangka waktu setidaknya selama 4 bulan, tetapi bila mungkin sampai 6 bulan. Setelah bayi berumur 6 bulan, ia harus mulai diperkenalkan dengan makanan padat, sedangkan ASI dapat diberikan sampai 2 tahun atau bahkan lebih dari 2 tahun (Roesli, 2013).

c. Kandungan ASI

Air susu ibu mengandung banyak zat serta vitamin yang beraneka ragam yang tidak bisa terkalahkan oleh susu formula apapun, karena ASI memiliki kandungan zat yang penting yang dibutuhkan bayi, seperti: DHA, AA, Omega 6, laktosa, taurin, laktobasilus, vitamin A, kolostrum, lemak, zat besi, laktoferin, latosim yang semua dalam takaran dan komposisi yang pas bagi bayi. Oleh karena itu dapat dikatakan dengan pasti, bahwa ASI lebih unggul dan tak terkalahkan oleh susu formula apa pun (Nirwana, 2014).

Adapun kandungan yang ada dalam ASI adalah:

1) LPUFAs

ASI eksklusif mengandung banyak gizi diantaranya adalah LPUFAs (Long Chain Poyunsaturated Fatty). LPUFAs sangat diperlukan oleh bayi karena mengandung fungsi mental, pengelihatan dan perkembangan pisikomotorik bayi. Di dalam LPUFAs terdapat dua komponen, yaitu asam arakkhidonat, asam dokosaheksanoat, merupakan komponen dasar kortek dan ARA (Arachidonic Acid) yang berperan penting dalam proses tumbuh kembang otak. Menurut studi selama 17 tahun pada tahun 2005 anak yang mengkonsumsi ASI terdapat peningkatan kemampuan reflek kognitif merupakan efek dari LPFUAs pada masa perkembangan saraf bayi.

2) Fe (zat besi)

Meskipun dalam ASI eksklusif terdapat sedikit zat besi (0,5 – 1,0 mg/liter), namun bayi yang menyusu ASI tidak akan kekurangan zat besi (anemia). Hal ini dikarenakan zat besi yang terkandung dalam ASI mudah dicerna oleh bayi. Fe dibutuhkan oleh bayi untuk memproduksi hemoglobin, bagian dari sel-sel darah merah yang membawa oksigen ke seluruh tubuh, Fe pun esensial untuk tumbuh kembang otak bayi.

3) Mineral

ASI memang mengandung mineral lebih sedikit dibanding dengan susu sapi. Bahkan susu sapi mengandung empat kali lebih banyak dari pada ASI. Namun, jika bayi mengonsumsi susu sapi maka ginjal bayi akan bekerja semakin keras.

4) Sodium

Ternyata jumlah sodium pada ASI sangat cocok untuk bayi. Sodium yang terdapat pada susu sapi lebih rendah daripada ASI setelah mendapatkan proses modifikasi (proses perubahan susu segar ke dalam susu kaleng atau bubuk).

5) Kalsium, Fosfor dan Magnesium

Kalsium, fosfor dan magnesium pada susu botol atau formula memang lebih banyak dibanding yang terdapat pada ASI eksklusif. Namun, setelah kalium, fosfor dan magnesium menjadi susu formula maka akan menyusut atau berkurang. Oleh karenanya, walaupun zat tersebut hanya sedikit yang terkandung dalam ASI namun harus tetap diberikan kepada bayi secara ekslusif yaitu selama enam bulan.

6) Taurin

Fungsi utama taurin adalah membantu perkembangan mata bayi. Pada mata, taurin banyak terdapat di retina, terutama terkonsentrasi di epitel pigmen retina dan lapisan fotoreseptor. Asupan taurin yang adekuat dapat menjaga pengelihatan bayi dari gangguan retina. Selain itu, taurin juga berfungsi dalam perkembangan otak dan sistem saraf.

7) Lactobacillus

Lactobacillus dalam ASI berfungsi sebagai pengahambat pertumbuhan mikroorganisme seperti bakteri E.Coli yang sering menyebabkan diare pada bayi. Bayi yang lebih banyak mengonsumsi susu formula akan lebih sering terkena diare karena dalam susu formula hanya sedikit lactobacillusnya.

8) Mengandung Air

Sebagian besar ASI mengandung air. Untuk itu, jika ibu ingin ASI-nya selalu produktif maka ibu harus sering minum air putih.

9) ASI mengandung antibodi

Pengertian ASI mengandung antibodi adalah daya tahan tubuh yang berasal dari tubuh seorang ibu yang menyusui. Antibodi tersebut akan membantu bayi menjadi tahan terhadap penyakit, selain itu juga dapat meningkatkan kekebalan tubuh bayi. Karena ASI memiliki keunggulan kandungan zat yang optimal. ASI juga mempunyai sistem pembentukan imunitas atau kekebalan tubuh yang sangat baik untuk bayi, itu membuat bayi akan jarang sakit.

10) ASI mengandung Kolostrum

Kolostrum adalah cairan yang keluar dari payudara seorang ibu yang baru saja melahirkan. Kolostrum banyak mengandung imunoglobulin lgA yang baik untuk pertahanan tubuh bayi melawan penyakit. Kolostrum yang pertama keluar dari ibu mengandung 1-3 juta leukosit (sel darah putih) dalam 1 ml ASI (Nirwana, 2014).
Kolostrum mengandung sel darah putih dan protein imunoglobulin pembunuh kuman dalam jumlah paling tinggi. Kolostrum dihasilkan pada saat sistem pertahanan tubuh bayi paling rendah, jadi dapat dianggap bahwa kolostrum adalah imunisasi pertama yang diterima bayi (Roesli, 2013).

11) Sel Makrofag

Sel Makrofag dalam ASI eksklusif merupakan sel fagosit aktif sehingga dapat menghambat multiplikasi bakteri pada infeksi usus.
Selain sel fagostiknya, sel makrofag juga memproduksi lasozim, C3 dan C4, laktoferin, monokinserta enzim lainnya. Makrofag dapat mencegah enterokolitis nekrotikans pada bayi dengan menggunakan enzim yang diproduksinya.

12) Sel Neutrofil

Sel neutrofil dapat ditemukan dalam ASI eksklusif, fungsinya adalah sebagai alat transportasi lgA ke bayi. Peran neutrofil ASI pada pertahanan bayi tidak banyak, respon kematatiknya rendah. Antioksidan dalam ASI menghambat aktivitas enzimatik dan metabolik oksidatif neutrofil. Perannya adalah pada pertahanan jaringan payudara ibu agar tidak terjadi infeksi pada permulaan laktasi. Pada ASI tidak ditemukan sel basofil, sel mast, eosinofil dan trombosit, karena itu kadar mediator inflamasi ASI rendah. Hal ini menghindarkan bayi dari kerusakan jaringan bedasarkan reaksi imunologik.

13) Lisozim

Lisozim diproduksi makrofag, neutrofil dan epitel payudara melisiskan dinding sel bakteri. Kadar lisozim dalam ASI adalah 0,1 mg/ml yang bertahan sampai tahun kedua laktasi. Dibanding dengan susu formula ASI mengandung 300 kali lebih banyak lisozim per satuan volume.

14) Laktoferin

Laktoferin yang diproduksi makrofag, neutrofil dan epitel kelenjar payudara bersifat bakteriostatik, dapat menghambat pertumbuhan bakteri. Karena merupakan glikoperin yang dapat mengikat besi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan sebagian besar aerobik seperti stafilokokus dan E.Coli. Laktoferin dapat mengikat dua Fe yang bersaing dengan enterokelin kuman yang mengikat besi. Kuman yang kekurangan Fe pembelahannya akan terhambat sehingga berhenti memperbanyak diri. Efek inhibisi ini lebih efektif terhadap kuman patogen, sedangkan terhadap kuman komensial kurang efektif. Laktoferin bersama slgA secara sinergik akan mengahambat E.Coli patogen. Laktoferin tahan terhadap tripsin dan kimotripsin yang ada pada saluran cerna. Kadar laktoferin dalam ASI adalah 1-6 mg/ml dan tertinggi pada kolostrum.

15) Protein

Protein dalam ASI dapat mengikat vitamin B12 sehingga dapat mengontrol flosa usus secara kompetitif. Pengikatan protein oleh vitamin B12 tersebut mengakibatkan kurangnya sel vitaman B12 yang dibutuhkan oleh bakteri patogen untuk pertumbuhannya. Laktosa ASI yang tinggi, kadar fosfat serta kapasitar buffer yang rendah, dan faktor bifidus dapat mempengaruhi flora usus, yang menyokong ke arah tumbuhanya lactobacillus bifidus. Hal ini akan menurunkan pH sehingga menghambat pertumbuhan E.Coli dan bakteri patogen lainnya. Oleh karena itu kuman komensial terbanyak dalam usus bayi mendapat ASI eksklusif adalah lactobacillus bifidus.
Guna protein adalah untuk pertumbuhan dan perkembangan sistem kekebalan tubuh dan untuk pertumbuhan otak serta untuk menyempurnakan fungsi pencernaan. Protein juga memberikan lapisan pada dinding usus bayi yang baru lahir yang masih permeabel terhadap protein, serta berperan sebagai proteksi terhadap bebagai resiko infeksi bakteri atau virus yang masuk melalui pencernaan. Jadi, protein dalam ASI dapat membantu menghancurkan bakteri dan melindungi bayi dari infeksi.

Baca : Senyawa Kimia Pepaya dan Manfaat Getah Pepaya

Literasi

Nirwana, A. (2014). ASI dan Susu Formula. Yogyakarta: Nuha medika.

Roesli, Utami, 2013, Mengenal ASI Eksklusif , PT Pustaka Pembangunan Swadaya Nusantara, Jakarta.

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *