Kelebihan lemak dalam darah atau Hiperlipidemia Menurut Para Ahli

Kelebihan lemak dalam darah atau Hiperlipidemia Menurut Para Ahli

Hiperlipidemia atau hyperlipoproteinemia adalah tingginya kadar lemak (kolesterol, trigliserida maupun keduanya) dalam darah. Hal ini berkaitan dengan intake lemak dan karbohidrat dalam jumlah yang berlebihan dalam tubuh. Lemak (disebut juga lipid) adalah zat yang kaya energi, yang berfungsi sebagai sumber energi utama untuk proses metabolisme tubuh, yang biasanya diperoleh dari makanan atau dibentuk di dalam tubuh, terutama di hati dan bisa disimpan di dalam sel-sel lemak sebagai cadangan (Isselbacher dkk, 2000).

Menurut Isselbacher (2000), Berdasarkan factor penyebab, hiperlipidemia dibagi menjadi sebagai berikut :

1) Hiperlipidemia Primer

Banyak disebabkan oleh karena kelainan genetic yang diturunkan secara trait autosomal dominan, riwayat keluarga yang menderita hiperlipidemia atau xantoma, riwayat penkreatitis atau nyeri abdominal rekuren.

2) Hiperlipidemia Sekunder

Pada jenis ini, peningkatan kadar lipid darah disebabkan oleh suatu penyakit tertentu, misal : diabetes mellitus tidak terkontrol (defisiensi insulin), hipotiroidisme, uremia, sindrom nefrotik (hiperkolesterolemia), penyakit hati obstruktif dan disproteinemia (multiple, mieloma, lupus eritematosus)

3) Hiperlipidemia akibat obat

Obat kontrasepsi oral, glokokortikoid, antihipertensi (tiazida dan penghambat beta).

4) Faktor diet

Masukan kalori (peningkatan berat badan yang baru), isi lemak jenuh dan kolesterol, asupan alkohol.

Baca : Manfaat Vitamin Koagulation Untuk Darah Manusia

Tabel 1. Penggolongan hiperlipidemia menurut WHO

Tipe Gangguan LP Istilah Kolesterol Total Kolesterol LDL Trigliserida Plasma
Tipe 1 Kilomikron tinggi Hiperkolesterolemia Tinggi Rendah / Normal Tinggi Putih susu
Tipe IIa LDL

Tinggi

Hiperkolesterolemia Tinggi

Normal

Tinggi Normal Kuning jernih
Tipe IIb VLDL & LDL tinggi Hiperlipoproteinemia Tinggi Tinggi Tinggi Keruh
Tipe III Kilomikron & IDL Hiperlipidemia Remmant Tinggi Rendah / Normal Tinggi Keru

Atherosclerosis adalah bentuk arteriosklerosis yang umum, terjadi pembentukan deposit-deposit plak (aretoma) kekuningan mengandung kolesterol, bahan lipoid dan lipofag di tunika intima dan tunika mdia interna arteri besar dan sedang (Dorlan, 2010).

Deposit-deposit plak akan membentuk bercak yang menebal dari dinding arteri bagian dalam dan dapat menutup saluran dari aliran darah dalam arteri koronaria. Bila penyempitan terjadi pada pembuluh darah jantung dapat menyebabkan Penyakit Jantung Koroner (Guyton & Hall, 2009).

Pembuluh darah koroner yang menderita artherosklerosis selain menjadi tidak elastis, juga mengalami penyempitan sehingga tahanan aliran darah dalam pembuluh koroner juga naik. Naiknya tekanan sistolik karena pembuluh darah tidak elastis serta naiknya tekanan diastolik akibat penyempitan pembuluh darah disebut juga tekanan darah tinggi atau hipertensi (Guyton & Hall, 2009).

Adapun penyebab hiperlpiidemia yaitu Kadar lipoprotein, terutama kolesterol LDL, meningkat sejalan denganbertambahnya usia. Dalam keadaan normal, pria memiliki kadar yang lebih tinggi, tetapi setelah menopause kadarnya pada wanita mulai meningkat (Gray dkk, 2005).

Baca : Kandungan Kimia Teh Hijau

Menurut Isselbacher (2000) adapun obat-obatan yang tersedia untuk terapi hiperlipidemia sebagai berikut:

1) Turunan asam fibrat

  • Klofibrat, mekanisme dengan menghambat sintesis VLDL, Dosis 2 g/hari.
  • Gemfibrozil, mekanisme meningkatkan kerja LPL. Dosis 1-2 g/hari.

2) Asam nikotinat, mekanisme menurunkan sintesis VLDL, LDL. Dosis 2-9 g/hari.

3) Resin pengikat asam empedu

  • Kolestiramin, mekanisme menurunkan sintesis LDL dengan mendorong ekskresi sterol. Dosis 4-24 g/hari.
  • Kolestopil, mekanisme miningkatkan pelepasan yang diperantarai reseptor. Dosis 5-20 g/hari.

4) Inhibitor reduktase HMG-KoA

  • Lovostatin, menurunkan lipoprotein utama LDL degan mekanisme menghambat sintesis kolesterol, meningkatkan pelepasan yang diperantarai reseptor. Dosis 10-40 mg/hari.
  • Simvastatin, mekanisme sama dengan levostatin. Dosis 5-20 mg/hari.
  • Pravastatin, mekanisme sama dengan simvastatin. Dosis 10-40 mg/hari.

5) Prabukol, menurunkan lipoprotein utama LDL. Dosis 1 gr/hari.

6) Estrogen

  • Premarin, menurunkan lipoprotein utama LDL. Dosis 0,625/hari.

Sumber Literasi

Isselbacher, Braunwald, Wilson, Martin, Faua, Kasper. (2000) Harrison Prinsip-Prinsip Ilmu Penyakit DalamEdisi13 Vol 3.(Ahmad H. Asdie, penerjemah).Indonesia: EGC. (Buku asli diterbitkan 1995).

Guyton & Hall. (2008). Fisiologi Kedokteran Edisi 11. (Luqman Yanuar Rahcman, Hariawati Hartanto, Andita Novrianti, Nanda Wulandari, penerjemah). Indonesia: EGC.(Buku asli diterbitkan 2006).

Huan H.Gray, Keith D. Dawkins, John M. Morgan, Iain A. Simpson. (2005). Lecture Notes Kardiologi (Edisi 4). Erlangga Medical Series: Jakarta.

Dorland W.A., Newman. (2010). Kamus Kedokteran Dorland (Edisi 31). (Ahmad Arfan, Arbertus Agung Mahode, Dorothy, Ronal Andreas, Veda Charissa, Rebekka Doulay. penerjemah). Indonesia. EGC.(Buku asli diterbitka 2007).

 

Tag: , , , , , ,


Leave a Reply

+ 89 = 91