Fisiologi Kehamilan

Fisiologi Kehamilan Manusia

Fertilisasi

  • Pembuahan terjadi umumnya di ampula tuba.
  • Ovum dibuahi dalam 12 jam setelah ovulasi, atau bila tidak akan segera mati dalam 24 jam.
  • Dalam saluran reproduksi wanita, spermatozoa mengalami kapasitasi sebelum membuahi ovum à dilepaskan enzim Corona Penetrating Enzyme (CPE) untuk mencerna korona radiata dan hialuronidase untuk mencerna zona pellusida

Implantasi

  1. Perubahan dari fase proliferatif ke fase sekresi endometrium merupakan bagian yang penting dalam menyiapkan kondisi reseptif untuk terjadinya implantasi.
  2. Ketebalan endometrium pada fase midluteal berkisar 10-14 mm. Pada saat ini aktivitas sekresi mencapai puncaknya.
  3. Implantasi didefinisikan sebagai proses melekatnya embrio pada dinding uterus dan menembus epitel serta sistem sirkulasi ibu untuk membentuk plasenta.
  4. Implantasi terjadi 5-7 hari sesudah terjadinya fertilisasi.
  5. Tempat terjadinya implantasi biasanya pada fundus uteri bagian posterior.

Sirkulasi plasenta

  • Darah venosa (tanpa oksigen) meninggalkan janin melalui a umbilikalis dan masuk ke dalam plasenta Darah arteri (teroksigenasi) masuk ke dalam janin melalui v umbilikalis.
  • Tidak terdapat percampuran darah antara darah ibu dan janin. Terdapat barrier plasenta yang terdiri dari 4 lapisan: sinsitiotrofoblas, sitotrofoblas, jaringan ikat dalam core, dan endothelium kapiler janin.

Fungsi plasenta

  • Alat metabolisme à pada kehamilan muda mensintesis glikogen, kolesterol, dan asam lemak sebagai persediaan nutrien dan energi embrio.

Adaptasi ibu terhadap kehamilan

  1. Adaptasi secara anatomi, fisiologi dan biokimia.
  2. Perubahan terjadi oleh karena perubahan fungsi endokrin maternal.
  3. Beberapa perubahan terjadi segera sesudah terjadinya fertilisasi dan berlanjut selama kehamilan.
Fisiologi Kehamilan

Fisiologi Kehamilan

Traktus genitalis

1.Uterus

  • Nonpregnant woman –> 70 g, cavity 10 ml or less. Pregnant –> 1000 g, cavity 5-20 L or more.
  • During pregnancy, uterine enlargement involves strecthing and marked hypertrophy of muscle cell.
  • During the 1st trimester, uterine hypertrophy is stimulated by estrogen. After this, uterine enlargement is most related to the effect of pressure of conception products.
  • Piskacek’s sign –> uterine enlargement is not symetrical, and it is marked in the fundus –> 5 weeks
  • Hegar’s sign –> a wider zona of softness and compressibility in the lower uterine segment –> 6 weeks
  • Braxton Hicks contraction –> uterus usuallly contracts during pregnancy, unpredictably and sporadically

2. Peningkatan progresif terjadi pada aliran darah uteroplasenter, berkisar antara 450-650 mL/menit pada kehamilan akhir (kira-kira 10% cardiac output).

Uterus membesar memberikan penekanan terhadap alat-alat disekitarnya sehingga memberikan pula keluhan-keluhan gastrointestinal, respirasi, kardiovaskuler, dan sistem urinaria

3. Serviks

terjadi pelunakan dan sianosis pada serviks. Kelenjar pada servik mengalami proliferasi. Segera setelah terjadi konsepsi mucus yang kental akan diproduksi dan menutup kanalis servikalis. Pada onset persalinan akan dihasilkan mucus plug yang ditandai dengan adanya bloody show.

4. Ovarium

Biasanya hanya korpus luteum tunggal akan ditemukan pada ovarium ibu hamil. Berfungsi maksimal pada usia kehamilan 6-7 minggu (4-5 minggu pasca ovulasi), memberikan konstribusi terhadap produksi progesteron. korpus luteum mengalami regresi pada minggu ke-8.

5. Vagina dan perineum

  • terjadi peningkatan vaskularitas dan hiperemia pada kulit dan otot pada perineum dan vulva.
  • Jaringan ikat mengalami perlunakan.
  • Chadwick sign disebabkan oleh hiperemia.
  • adanya keputihan oleh karena sekresi serviks yang meningkat sebagai akibat stimulasi estrogen.

Kulit

  • muncul striae gravidarum, linea nigra, chloasma gravidarum.
 

Tag: , , , , , , , ,


Leave a Reply

1 + 3 =