Ekstrak dan Ektraksi

Ekstrak dan Ektraksi

Pengertian Ekstrak

Ekstrak adalah sedian kental yang di peroleh dengan mengekstraksi senyawa aktif dari simplisa nabati atau simplisa hewani menggunakan pelarut yang sesuai (Depkes RI Dirjen POM, 2000).

Ekstrak dikelompokan atas dasar sifatnya, yaitu (Voight, 2005) :
1) Ekstrak encer adalah sediaan yang memiliki konsistensi semacam madu dan dapat dituang.
2) Ekstrak kental adalah sediaan yang liat dalam keadaan dingin dan tidak dapat dituang. Kandungan airnya berjumlah sampai 30%. Tingginya kandungan ainya menyebabkan ketidakstabilan sediaan obat karena cemaran bakteri.
3) Ekstrak kering adalah sediaan yang memiliki konsistensi dan mudah dituang. Sebaiknya memiliki kandungan lembab tidak lebih dari 5%.
4) Ekstrak cair, ektrak yang dibuat sedemikian sehingga 1 bagian simplisa sesuai dengan 2 bagian ekstrak cair.

Ekstraksi merupakan kegiatan penarikan kandungan kimia yang terdapat pada simplisa. Ragam ekstraksi yang tep[at sudah tentu bergantung pada tekstur dan kandungan air bahan tumbuhan yang diekstraksi dan pada jenis senyawa yang diisolasi. Umumnya kita perlu membunuh jaringan tumbuhan untuk mencegah terjadinya oksidasi enzim atau hidrolisis (Harbone, 1996). Karena didalam simplisa mengandung senyawa aktif yang berbeda – beda, sehingga metode didalam penarikan senyawa aktif didalam simplisa harus memperhatikan faktor seperti : Udara, suhu, cahaya, logam berat. Prosesekstraksi dapat melalui tahap menjadi : pembuatan serbuk, pembasahan, penyariran, dan pemekatan (depkes RI Dirjen POM, 2000).

Metode Ekstraksi

Macam – macam metode penyairan dan ekstraksi yang dapat dilakukan diantaranya (Depkes RI Dirjen POM, 2000).

1) Ekstraksi dengan pemerasan, penekanan, atau penghalusan mekanik.

2) Ekstrak dengan pelarut :

a) Cara dingin

  1. Maserasi

Maserasi adalah proses ekstrksi simplisia menggunkan pelarut dengan beberapa kali pengadukan pada temperatur ruangan. (Depkes RI Dirjen POM, 2000). Maserai merupakan ekstraksi yang paling sederhana. Secara teroritis tidak memungkinkan terjadinya ekstraksi absolut. Semakain banyak perbandingan simplisa terhadap cairan pengekstraksi, akan makin banyak hasil yang di peroleh (Voight, 2005).

  1. Perkolasi

Perkolasi adalah ekstraksi dengan pelarut yang selalu baru sampai sempurna (exchaustie extraction) yang umunya dilakukan pada temperatur ruangan. Proses terdiri dari tahapan pengembanya bahan, tahap maserasi dan perkolasi sebenarnya (penetesan, penampungan ekstrak) secara terus menerus sampai diperoleh ekstrak. (Depkes RI Dirjen POM, 2000). Perkolasi dilakukan dalam wadah berbenruk silindris atau kerucut (perkulator) yang memiliki jalan masuk dan keluar yang sesuai. Bahan pengekstaksi yang dialirkan secara kontinyu dari atas, akan mengalir turun secara lambat melintasi simplisia yang umumnya berupa serbuk kasar. Melalui penyegaran bahan pelarut secara kontinyu, akan terjadi proses maserasi bertahap banyak. Jika pada maserasi sederhana tidak terjadi ekstraksi sempurna dari simplisia oleh karena akan terjadi keseimbangan kosentrasi antara larutan dalam seldengan cairan disekelilingnya, maka pada perkolasi melalui simplisia bahan pelarut segar perbedaan kosentrasi tadi selalu dipertahnkan. Dengan demikian ekstraksi total secara teoritis dimungkinkan (praktis jumlah bahan yang dapat diekstraksi mencapai 95%) (Voight,1995).

b) Cara Panas

  1. Refluks

Refluks ekstraksi dengan pelarut pada temperatur titik didihnya, selama waktu tertentu dan jumlah pelarut terbatas yang relative konstan dengan adanya pendinginan balik.

  1. Soxhletasi

Soxhletasi adalah ekstraksi menggunakan pelarut yang selalu baru. Umunya dilakukan dengan alat khusus sehingga terjadi ekstraksi berlanjut sampai jumlah pelarut relatif konstan adanya pendinginan balik. Sokletasi dilakukan dengan cara bahan yang akan diekstraksi diletakkan dalam kantung ekstraksi (kertas, karton, dan sebagainya) dibagian dalam alat ekstraksi dari gelas yang bekerja kontinyu (perkulator). Wadah gelas yang mengandung kantung ndiletakkan diantar labu penyulingan dengan pendingin aliran balik dan dihubungkan dengan labu melalui pipa. Labu tersebut berisi bahan pelarut yang menguap dan mencapai kedalam pendingin aliran balik melalui pipet yang berkodensasi didalamnya. Menetes ketas bahan yang diekstraksi dan menarik keluar bahan yang diekstraksi. Larutan berkumpul didalam wadah gelas dan setelah mencapai tinggi maksimalnya, secara otomatis dipindahkan kedalam labu. Dengan demikian zat yang terekstraksi terakumulasi melaui penguapan bahan pelarut murni berikutnya (Voight, 1995).

  1. Digesti

Digesti adalah maserasi kinetik (dengan pengadukan berlanjut) pada temperatur yang lebih tinggi dari temperatur ruang, secara umum dilakukan pada temperatur 40°C-50°C

  1. Infus

Infus adalah ekstraksi dengan pelarut air pada temperatur penangas air mendidih, temperatur terukur 96°C – 98°C selama waktu tertentu (15-20 menit). Infus pada umumnya digunakan untuk menarik atau mengektraksi zat aktif yang larut dalam air dari bahan nabati. Hasil dari ekstrak ini akan menghasilkan zat aktif yang tidak stabil dan mudah tercemar oleh kuman dan kapang. Sehingga ekstrak yang di peroleh dangan infus tidak boleh disimpan lebih 24 jam.

  1. Detok

Detok adalah infus yang waktunya lebih lama (lebih dari 30 menit) dan temperatur sampai titik didih air.

  1. Destilasi uap

Destilasi uap adalah ekstraksi kandungan senyawa mudah menguap dari bahan segar atau simplisa dengan uap air. Cara ini didasarkan pada peristiwa tekanan parsial senyawa kandungan menguap dengan fase uap air dari ketel secara berlanjut sampai sempurna dan diakhiri dengan kondensasi fase uap campuran menjadi destilat air bersama senyawa kandungan yang memisah sempurna atau memisah sebagian.

 c) Cara ekstraksi lainya :

  1. Ekstraksi ultrasonik

Ekstrak dengan menggunakan gelombang ultrasonik (lebih dari 20.000 Hz) memberikan efek pada proses ekstraksi dengan prinsip meningkatkan permeabilitas dinding sel, menimbulkan gelombang sepontan serta menimbulkan fraksi interfase.

  1. Ekstraksi energi listrik

Energi listrik digunakan dalam bentuk medan listrik, medan magnet serta elektrik discharge yang dapat memepercepat proses ekstraksi dan menigkatkan hasil dengan prinsip menimbulkan gelombang sepontan dan menyebarkan gelombang tekanan berkecepatan ultrasonik.

Baca : Pengertian Ekstraksi Menurut Para Ahli

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *