Budaya Makan Bersama Keluarga Ada Banyak Manfaatnya

ciptakan budaya makan bersama keluarga

Makan merupakan kegiatan wajib yang dilakukan oleh setiap manusia. Bagi anak, kegiatan makan tidak semata-mata hanya untuk memenuhi kebutuhan akan gizi yang seimbang, tapi ada sejumlah manfaat lain dengan adanya budaya makan bersama keluarga.

Menurut psikolog anak, Rini Hildayani, M.Si, manfaat pertama dari kegiatan makan yakni dapat mendekatkan hubungan antara orang tua dan anak. Anak dapat mengembangkan rasa aman dan percaya kepada ayah dan bundanya.

Rasa aman dan percaya tersebut berkembang karena anak melihat bahwa orang tuanya cukup peka dan cepat tanggap terhadap kebutuhan anak tentang makan dan minum.

”Dalam hal ini, sifat peka terkait dengan kemampuan ibu dan ayah untuk memberikan perhatian terhadap tanda-tanda lapar dan haus yang  ditampilkan oleh anak. Misalnya, ada anak yang menangis saat lapar atau haus, ada juga yang menjadi rewel dan marah-marah,” jelas Rini dikutip dalam modul Pendidikan Anak Usia Dini, Kemdikbud.

Ayah dan bunda yang peka juga dapat memahami kondisi anak yang sudah kenyang, bosan terhadap jenis makanan yang diberikan atau ingin mencoba untuk makan sendiri.

”Ibu dapat memahami anak menangis karena lapar dan segera menyiapkan atau menyuapi anak. Ibu juga tidak akan memaksa anak yang terlihat sudah kenyang untuk menghabiskan makanannya, mencoba mengganti menu baru dan membiarkan anak untuk mencoba makan sendiri,” beber Rini.

Manfaat Budaya Makan Bersama Keluarga kedua, kegiatan makan yang dilakukan pada tempat dan waktu tertentu akan membentuk pola makan yang baik dan memperkenalkan anak pada suatu rutinitas baru. Pembiasaan duduk di meja makan juga dapat melatih kedisiplinan.

”Lakukan terus hal itu untuk membentuk anak dengan budaya makan bersama keluarga. Hindari mengajak anak makan sambil menonton televisi atau jalan-jalan di sekitar rumah. Gunakan aktivitas itu untuk ‘hadiah’ jika telah menyelesaikan kegiatan makan dan minumnya,” jelas Rini.

Manfaat Budaya Makan Bersama Keluarga ketiga, kegiatan makan dapat meningkatkan wawasan pengetahuan anak. Melalui kegiatan makan, ibu dan ayah dapat mengenalkan berbagai warna, misalnya warna kuning untuk kentang, hijau untuk bayam dan orange untuk wortel.

”Ada baiknya dalam pengenalan warna tersebut anak diperkenalkan hanya satu warna dalam satu kali penyajian makanan sehingga anak benar-benar memusatkan perhatiannya pada warna tertentu,” urai Rini.

Selain itu, anak juga dapat diperkenalkan dengan permukaan kasar dan halus lewat jenis-jenis makanan. Mengenalkan macam-macam bentuk, misalnya bentuk kotak untuk tahu atau bentuk lingkaran untuk kuning telur.

Kondisi hangat dan dingin juga dapat dikenalkan pada anak saat ia meminum segelas susu hangat atau makan es krim. Juga dapat mengenalkan rasa seperti manis, asin, asam, serta pengertian akan jumlah benda, seperti menghitung jumlah kacang merah yang ada dalam mangkuk sup atau menyendok lima sendok susu.

”Dengan memperkenalkan hal-hal tersebut, ibu dan ayah dapat memperkaya perbendaharaan kosa kata. Anak juga dapat belajar mengelompokkan makanan, seperti yang mana saja yang termasuk sayur, buah, atau daging,” jelas Rini.

Manfaat keempat, kegiatan makan dapat melatih kemandirian anak untuk makan sendiri. *Bunga Kusuma

Baca Juga : Pemilihan Warna Dinding Kamar Anak Mempengaruhi Karakter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

29 − 20 =