Belajar Menggunakan Alat Ukur Panjang Waktu Masa Listrik

Dalam kehidupan sehari-hari , kalian tentu pernah menggunakan penggaris untuk menghitung panjang suatu benda?, juga pernah melihat saat gurumu menghitung waktu larimu dengan menggunakan stopwatch? Ya, itulah beberapa contoh alat-alat pengukuran yang biasa digunakan. Selain itu masih banyak lagi, mari kita kupas materi tentang pengukuran. Dalam fisika diperlukan pengukuran-pengukuran yang teliti agar pengamatan gejala alam dapat dijelaskan dengan akurat. Pada pengukuran-pengukuran kita berbicara tentang suatu besaran (kuantitas) yang dapat diukur, dan disebut besaran fisis. Contoh besaran fisis, antara lain: panjang, massa, waktu, gaya, simpangan, kecepatan, panjang gelombang, frekuensi, dan seterusnya. Kemampuan untuk mendefinisikan besaran-besaran tersebut secara tepat dan mengukurnya secara teliti merupakan suatu syarat dalam fisika. Pengukuran adalah suatu proses pembandingan sesuatu dengan sesuatu yang lain yang dianggap sebagai patokan (standar) yang disebut satuan. Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi agar suatu satuan dapat digunakan sebagai satuan yang standar. Di bab ini , kalian akan dibimbing untuk memahami pengukuran, ketelitian pengukuran dan pembacaan skala pengukuran yang tepat dan benar. Modul online ini terdiri dari 3 kegiatan belajar. Pada bagian pertama disajikan tentang ketelitian dan akurasi, bagian kedua tentang kesalahan pengukuran, selanjutnya tentang penggunaan angka penting. Jika kalian masih penasaran tentang contoh alat-alat pengukuran, coba kalian lihat gambar berikut dibawah ini.

Alat Ukur Listrik

Alat Ukur Listrik

Alat Untuk Mengukur Massa

Alat Untuk Mengukur Massa

Alat Untuk Mengukur Panjang

Alat Untuk Mengukur Panjang

Setelah mempelajari Kegiatan Belajar 1 ini diharapkan Anda dapat :

  1. Menggunakan alat ukur yang sesuai dan tepat pada proses mengukur.
  2. Membaca skala alat ukur dengan ketelitiannya secara benar dan tepat

Pengukuran adalah membandingkan suatu besaran dengan besaran lainnya yang telah ditetapkan sebagai standar suatu besaran. Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil pengukuran adalah a. alat ukur b. lingkungan pengukuran c. orang yang mengukur. Jenis-jenis alat ukur antara lain:

  • alat ukur panjang, contohnya penggaris ukur, jangka sorong, dan mikrometer ulir (sekrup).
  • alat ukur massa, contohnya neraca ohaus dan timbangan
  • alat ukur waktu, contohnya stopwatch dan jam
  • alat ukur listrik, contohnya voltmeter, amperemeter, dan multimeter.

Angka penting adalah semua angka yang diperoleh dari hasil pengukuran yang terdiri dari angka pasti dan angka taksiran. Aturan angka penting

  • Semua angka bukan nol adalah angka penting.
  • Semua angka nol yang terletak di antara angka bukan nol adalah angka penting.
  • Angka nol di sebelah kanan angka bukan nol tanpa tanda desimal adalah bukan angka penting, kecuali diberi tanda khusus (garis bawah/atas).
  • Angka nol di sebelah kanan tanda desimal, dan di sebelah kiri angka bukan nol adalah bukan angka penting.
  • Semua angka di sebelah kanan tanda desimal dan mengikuti angka bukan nol adalah angka penting

Operasi Angka Penting

  1. Pembulatan Angka Angka lebih dari 5 dibulatkan ke atas dan angka kurang dari 5 dihilangkan. Apabila tepat angka 5, dibulatkan ke atas jika angka sebelumnya angka ganjil, dan dihilangkan jika angka sebelumnya angka genap.
  2. Penjumlahan dan Pengurangan Angka Penting Mengikuti jumlah angka taksiran yang paling sedikit dan pembulatan dilakukan sekali saja.
  3. Perkalian dan Pembagian Angka Penting

Mengikuti aturan jumlah angka penting pada hasil akhir harus mengikuti jumlah angka penting yang paling sedikit Dari uraian kegiatan belajar dua dapat dirangkum materi sebagai berikut:

  1. Ketidakpastian disebabkan oleh kesalahan dalam pengukuran. Setiap pengukuran berpotensi menimbulkan ketidakpastian. Ketidakpastian yang besar menggambarkan kalau pengukuran itu tidak baik. Usahakan untuk mengukur sedemikian sehingga ketidakpastian bisa ditekan sekecil-kecilnya.
  2. Ada tiga macam kesalahan : a. Kesalahan umum (keteledoran) b. Kesalahan acak (random error) c. Kesalahan sistematis
  3. Hasil pengukuran suatu besaran dilaporkan sebagai : pengukuran suatu besaran
  4. Ada 2 macam pengukuran yakni a. Pengukuran tunggal merupakan pengukuran yang hanya dilakukan sekali saja. Pada pengukuran tunggal, nilai yang dijadikan pengganti nilai benar adalah hasil pengukuran itu sendiri. b. Pengukuran berulang Agar mendapatkan hasil pengukuran yang akurat, Anda dapat melakukan pengukuran secara berulang. Pada pengukuran berulang Kalian akan mendapatkan hasil pengukuran sebanyak N kali.
  5. Cara meningkatkan ketelitian antara lain adalah : a. Waktu membaca alat ukur posisi mata harus benar b. Alat yang dipakai mempunyai ketelitian tinggi c. Melakukan pengukuran berkali-kali d. Kalibrasi sepatutnya terhadap peralatan yang digunakan
 

Related Post

Leave a Reply

14 − 7 =