Bateri Eschericia Coli Banyak Menyebabkan Penyakit

Eschericia coli

Eschericia coli merupakan golongan bakteri gram negatif berbentuk seperti batang yang paling umum dibiakkan dalam laboratorium klinis dan termasuk bakteri yang banyak menyebabkan penyakit. Eschericia coli merupakan flora normal yang terdapat dalam usus. Bakteri ini biasanya tidak menyebabkan penyakit dan dalam usus dapat memberikan fungsi normal serta

memberikan nutrisi. Tetapi, ketika potensi pertahanan normal pada inang tidak sempurna maka akan menyebabkan infeksi klinis. Infeksi klinis, biasanya disebabkan oleh Escherichia coli. Kebanyakan tempat yang sering mengalami infeksi klinis adalah saluran air kemih, sistem empedu dan tempat lain dalam rongga perut (Brooks, 2005).

Klasifikasi

Domain : Bacteria
Kingdom : Bacteria
Phylum : Proteobacteria
Kelas : Gamma Proteobacteria
Order : Enterobacteriales
Familia : Enterobacteriaceae
Genus : Escherichia
Spesies : Escherichia coli (Escherichia coli)

Deskripsi Umum

Escherichia coli merupakan basilus gram negatif anaerob fluktuatif yang mudah dikultur, mereduksi nitrat, dan memfermentasi glukosa (Gillespie et al, 2008). Bakteri ini membentuk koloni bulat, cembung serta lembut. Beberapa strain Escherechia coli menghasilkan hemolisis dalam agar darah, dan bakteri ini tidak menghasilkan laktosa (Brooks, 2005).

Toksin dan Enzim

Kebanyakan bakteri gram negatif mempunyai polisakarida yang kompleks dalam dinding selnya.

Aspek Klinis

Escherichia coli merupakan flora normal yang terdapat di dalam usus. Tetapi, apabila bakteri ini berada di luar intestinal atau tempat flora normal yang kurang umum, bakteri dapat menimbulkan infeksi klinis. Escherichia coli yang berada di saluran kemih biasa menyebabkan infeksi saluran kemih dengan gejala dysuria (susah buang air kecil), hematuria (ada darah dalam urin), dan pyuria (ada pus dalam urin). Tetapi penyakit yang sering ditimbulkan oleh Escherichia coli adalah diare. Escherichia coli penyebab diare diklasifikasikan menurut sifat dan karakteristik dari virulensinya dan setiap kelompok menyebabkan penyakit dengan mekanisme yang berbeda (Jawetz, 2001).

Enterophatogenic E coli (EPEC) merupakan penyebab diare pada bayi khususnya di Negara berkembang. EPEC melekat pada sel mukosa usus kecil yang dapat menyebabkan hilangnya mikrovili (effacement) pada permukaan usus, dan terbentuknya filamentous actin atau struktur seperti cangkir, dan biasanya EPEC masuk ke dalam sel mukosa. Akibat dari infeksi EPEC adalah diare yang cair, yang biasanya susah diatasi namun tidak kronis. Waktu diare EPEC dapat diperpendek dan diare kronik dapat disembuhkan dengan pemberian antibiotik.

Enterotoxigenic E coli (ETEC) merupakan penyebab umum diare pada musafir dan termasuk penyebab penting diare pada bayi di Negara berkembang. Beberapa strain ETEC memproduksi eksotoksin yang sifatnya labil terhadap plasma dibawah control plasmida. Sub unit B nya melekat pada sisi sel epitel dari usus kecil dan memberikan fasilitas sebuah pemasukan dari sub unit A ke dalam sel, dimana akan mengaktifasi adenylyl cyclase. Hal ini ditandai dengan meningkatnya konsentrasi local dari cyclic adenosine monophosfat (cAMP), yang menghasilkan hipersekresi yang intens dan lama dari air dan klorid serta menghambat penyerapan natrium. Lumen usus digelembungkan dengan cairan dan hipermortility dan diare terjadi. Beberapa ikatan ETEC lainnya menghasilkan enterotoksin yang stabil terhadap panas, diantaranya STa dan STb. STa dapat mengaktifkan guanylyl cyclase dalam sel epithelial enteric dan merangsang pengeluaran cairan, sedangkan Stb merangsang pengeluaran cyclic nucleotide-independent dengan onset yang pendek in vivo.

Enterohemorrhagic E coli (EHEC) lebih banyak dihubungkan dengan hemorrhagic colitis, sebuah bentuk diare yang parah, dan dengan sindroma uremic hemolytic, sebuah penyakit yang mengakibatkan gagal ginjal akut, microangiopathi hemolytic anemia, dan thrombocytophenia. EHEC memproduksi verotoksin yang mempunyai sifat yang hampir sama dengan toksin yang diproduksi oleh strain Shigella disentreriae tipe I, meskipun antigen dan genetik pada kedua toksin tersebut berbeda.

Jenis E coli yang lain adalah Enteroinvasive E coli (EIEC) menyebabkan penyakit yang mirip dengan shigellosis, dan Enteroagregative E coli (EAEC) yang dapat menyebabkan diare akut dan kronik dalam jangka waktu lebih dari 14 hari pada orang di Negara berkembang. Patogenesis pada EIEC menimbulkan diare dengan menyerang sel epithelial mucosa usus, sedangkan EAEC melekat pada mucosa intestinal dan menghasilkan enterotoksin dan sitotoksin yang menyebabkan kerusakan mukosa dan keluarnya sejumlah besar mucus (Jawetz, 2001).

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *