Agar Anak Mudah Berteman dan Meningkatkan Kemampuan Motorik

meningkatkan kemampuan anak balita

Cata Memupuk ketrampilan motorik Pada anak

Untuk anak-anak, bermain juga merupakan proses pembelajaran, juga mendukung perkembangan ketrampilan motorik, baik motorik kasar maupun halus.

Ketrampilan motorik halus berguna untuk melatih otot-otot halus anak untuk melakukan kegiatan-kegiatan seperti menulis, menggambar, bermain musik, dan sebagainya. Sementara ketrampilan motorik kasar berguna untuk melatih otot-otot besar serta sebagian atau seluruh tubuh untuk melakukan gerakan-gerakan seperti berjalan, berlari, naik turun tangga dan sebagainya.

Berikut beberapa hal untuk melatih motorik halus:

  • Menyusun balok
  • Memasukkan mainan ke kotak dan mengeluarkannya kembali
  • Menyusun puzzle
  • Mewarnai
  • Menggambar
  • Belajar makan sendiri menggunakan sendok
  • Meja kerja dan perkakas mainan, seperti perlengkapan bertukang atau memasak.

Sementara untuk mengasah ketrampilan motorik kasarnya, berikut hal-hal yang dibutuhkan si kecil:

  • Sepeda roda tiga, ajarkan si kecil untuk mengayuh dan mengarahkan setang. Dampingi dia ketika melakukannya
  • Gerobak dorong atau kursi yang dapat didorong-dorong
  • Perlengkapatn memanjat seperti tali, tangga, pagar dan sebagainya. Tentunya harus diawasi, bukan melarang sama sekali

 

Cata Agar Anak Mudah Berteman dan Bergurau

Memasuki usia 2 sampai 3 tahun, si kecil mulai tertarik untuk bermain dengan teman sebaya. Namun seringkali awalnya mereka bersikap malu dan ragu. Tentu saja ini merupakan hal yang biasa, mengingat mereka baru mulai belajar bersosialisasi dengan teman sebaya.

Jangan dipaksa agar mereka mau dengan segera bergabung dengan teman-temannya, namun cobalah beberapa tips berikut agar si kecil mudah berteman:

  • Temani. Menemani mereka mencari teman merupakan langkah awal. Ajak dia berjalan-jalan di sekitar lingungan rumah, seperti bermain di taman di perumahan yang biasanya didatangi banyak anak sebaya. Biarkan dia melihat dan mengamati teman-temannya bermain terlebih dahulu.
  • Ajak ke tempat-tempat yang banyak didatangi anak-anak sebaya. Misalnya arena-arena permainan. Temani dia, namun jangan terlibat langsung. Kita bisa mengajarkannya untuk antri dan bergantian memainkan permainan yang tersedia
  • Bantu si kecil merasa nyaman dengan dirinya. Berikan pujian setiap kali dia berhasil menunjukkan kemajuan. Pujian akan memupuk rasa percaya diri. Namun pada saat dia gagal melakukan sesuatu, besarkan hatinya dengan mengatakan bahwa kegagalan adalah hal yang wajar, dan kita dapat mencoba lagi.
  • Buatlah playdate, atau perkumpulan anak-anak sebaya. Mintalah teman-teman atau orang lain yang memiliki anak-anak yang sebaya dengan si kecil untuk berkumpul dan bermain. Hal ini memudahkan proses belajar bersosialisasi si kecil karena lingkungan yang sudah akrab dengannya.
  • Kita bisa bercerita tentang serunya berteman dan memiliki banyak teman. Bisa bercerita tentang pengalaman seru diri sendiri, film maupun buku cerita.
  • Hindari memaksa si kecil untuk langsung terlibat dalam permainan atau kelompok pertemanan. Hal ini membuat mereka merasa tidak nyaman, sehingga bisa saja si kecil menangis dan berteman dapat menjadi pengalaman yang tidak menyenangkan untuknya.
 

Tag: , , , , ,


Leave a Reply

40 − 36 =