Anak Mengenal Disiplin Membagi Waktu Bagaimana Caranya

Begini Biar Anak Mengenal Disiplin Membagi Waktu

Dalam mengenalkan atau mengajarkan konsep waktu bisa dilakukan oleh siapa saja, tetapi yang utama adalah orangtua. Di samping itu juga pengasuh atau orang yang berada di sekeliling anak, dan tentunya guru jika anak sudah mulai masuk sekolah, Kalau sudah sekolah di rumah orang tua alangkah baiknya bantu anak mengenal disiplin membagi waktu.

Yang terpenting, cara terbaik dalam mengajarkan konsep apapun, termasuk konsep waktu, adalah hubungan baik dengan penuh kasih sayang antara orangtua dan anak, dan menyesuaikan dengan tahap perkembangan anak.

Menurut Reni Kusumowardhani, M.Psi, psikolog dari Himpunan Psikologi Indonesia, mengajarkan anak untuk memahami konsep waktu sebenarnya sangat mudah karena anak sudah peka terhadap waktu dengan bantu anak mengenal disiplin membagi waktu.

Bila anak mulai peka dengan persoalan waktu, tak ada salahnya bila orangtua mulai memberi anaknya jam atau stopwatch sebagai hadiah ulang tahunnya nanti.  Karena benda itu merupakan wujud waktu yang tampak di depan mata.

Dengan benda ini anak-anak dapat dengan baik membungkus imajinasi mereka tentang waktu. Sementara jari-jemari mereka dapat merasakan sesuatu yang juga nyata pada jam atau stopwatch itu

Baca : Nutrisi Buah Mengkudu (Morinda Citrifolia)

Menurut Reni, cara mudah mengajarkan konsep waktu pada anak adalah bersikap konsisten, memberi contoh konkrit, disiplin dan membangun situsasi yang menyenangkan, seperti:

  1. Komunikasi melalui media bermain. Ini merupakan cara paling sederhana untuk menjelaskan konsep waktu. Misalnya dengan membuat jam dari piring kertas bersama anak. Beri tanda-tanda pada jam kertas itu yang menunjukkan waktu-waktu aktifitas yang biasa dilakukan anak, seperti waktu makan dan waktu tidur. Lalu tunjukkan tanda-tanda di jam itu setiap kali anak akan beraktivitas. Pengulangan kerap memberi kesan mendalam buat anak.
  2. Misalnya saat senja atau ketika hari mulai gelap, ajak anak memandang langit dan bahaslah bagaimana seratus tahun lalu, orang-orang juga melihat hal yang sama di sore hari. Ketika anak memahami bahwa ada waktu dan keabadian, anak juga akan tahu bahwa dirinya adalah bagian dari kehidupan dunia yang lebih besar.
  3. Membahas kasus dari cerita televisi yang sedang ditonton. Misalnya kasus yang saat ini sedang hangat menjadi pemberitaan di televisi, sebenarnya sudah merupakan kelanjutan dari kasus yang telah lalu.
  4. Segala peristiwa yang sedang dihadapi bersama anak. Misalnya saat di mobil untuk mengantarkan anak ke sekolah, Anda bisa bertanya padanya berapa lama menurutnya peralanan sampai ke sekolah. Selama dalam perjalanan, terus katakan tentang waktu yang telah berjalan. Kemudian sesampainya di tempat parkir sekolah, sebutkan total waktu yang telah kita tempuh. (Bunga Kusuma Dewi)

Baca : Berikan Anak Wejangan Tapi Jangan Kelewatan Mengekang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

− 2 = 1